Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Quiet Vacation, Liburan Diam-Diam yang Mulai Dilirik Pekerja Muda

I
Penulis: Inayah Choirunisa❯
Gambar: Pinterest
Gambar: Pinterest

Advertisement

RADARSOLO.COM - Istilah quiet vacation belakangan mulai ramai dibahas di media sosial dan berbagai platform karier. Sekilas terdengar mirip dengan workcation, tetapi keduanya memiliki makna yang berbeda. Jika workcation berarti tetap bekerja sambil berlibur, quiet vacation justru merujuk pada kebiasaan mengambil waktu istirahat tanpa mengumumkannya kepada rekan kerja secara luas.

Fenomena ini muncul seiring meningkatnya perhatian terhadap keseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan pribadi (work-life balance).

Advertisement

Di tengah budaya kerja yang semakin fleksibel dan maraknya sistem kerja jarak jauh (remote working), sebagian pekerja merasa tidak perlu selalu menjelaskan secara detail kapan dan di mana mereka sedang menikmati waktu libur, selama pekerjaan tetap diselesaikan sesuai tanggung jawab.

Menurut laporan LinkedIn Workforce Confidence Survey, semakin banyak pekerja yang memprioritaskan kesehatan mental dan waktu istirahat sebagai bagian dari produktivitas kerja. Liburan tidak lagi dipandang sebagai bentuk kemalasan, melainkan kebutuhan untuk memulihkan energi agar dapat kembali bekerja dengan lebih optimal.

Berbeda dengan workcation, quiet vacation tidak menggabungkan pekerjaan dan liburan. Pada workcation, seseorang tetap membawa laptop, menghadiri rapat daring, hingga menyelesaikan pekerjaan dari lokasi wisata atau tempat menginap. Sementara itu, quiet vacation lebih menekankan pada pemanfaatan cuti secara tenang tanpa menjadikannya sebagai pengumuman besar di lingkungan kerja atau media sosial.

Fenomena ini juga berbeda dengan quiet quitting, istilah yang sempat populer beberapa tahun lalu. Quiet quitting mengacu pada kondisi ketika pekerja hanya menjalankan tugas sesuai deskripsi pekerjaan tanpa memberikan usaha tambahan di luar kewajibannya.

Adapun quiet vacation lebih berkaitan dengan cara seseorang menikmati waktu istirahat tanpa merasa harus selalu "terlihat bekerja".

American Psychological Association menjelaskan bahwa kebutuhan untuk benar-benar beristirahat merupakan bagian penting dalam menjaga kesehatan mental. Penelitian yang diterbitkan dalam Journal of Applied Psychology menunjukkan bahwa liburan dapat membantu mengurangi tingkat kelelahan (burnout), memperbaiki suasana hati, dan meningkatkan kesejahteraan psikologis.

Namun, manfaat tersebut cenderung berkurang apabila selama liburan seseorang masih terus memeriksa email kantor atau merespons pesan pekerjaan.

Meski demikian, quiet vacation bukan berarti mengambil cuti secara diam-diam tanpa izin. Praktik tersebut tetap harus mengikuti kebijakan perusahaan. Dalam banyak kasus, istilah ini lebih menggambarkan pilihan sebagian pekerja untuk tidak merasa berkewajiban membagikan aktivitas liburan kepada semua rekan kerja, terutama jika perusahaan telah memiliki sistem cuti yang jelas dan transparan.

Advertisement

Artikel Terkait

Ingin Mudah Dapat Kerja? Intip 5 Jurusan Unggulan UIN Surakarta

Ingin Mudah Dapat Kerja? Intip 5 Jurusan Unggulan UIN Surakarta

Ingin memilih jurusan dengan prospek kerja cerah? Kenali 5 jurusan unggulan di UIN Surakarta yang dibutuhkan dunia kerja, mulai dari Sains Data hingga Bisnis Digital.

Musim Liburan, Instruktur Safety Riding Bagikan Tips Aman Hadapi Pengendara Luar Kota

Musim Liburan, Instruktur Safety Riding Bagikan Tips Aman Hadapi Pengendara Luar Kota

Masalah utama yang sering timbul dari pengendara yang mengandalkan aplikasi penunjuk arah seperti Google Maps adalah keterlambatan dalam merespons instruksi navigasi.

Weekend Bukan Cuma Buat Rebahan, Begini Cara Istirahat Tanpa Kehilangan Ritme

Weekend Bukan Cuma Buat Rebahan, Begini Cara Istirahat Tanpa Kehilangan Ritme

Akhir pekan kerap terbuang akibat doomscrolling tanpa membuat tubuh terasa segar. Mengatur prioritas sederhana dan beristirahat secara sadar dapat memulihkan energi tanpa harus kehilangan ritme produktivitas.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer