RADARSOLO.COM – Pernah bingung menentukan harus mengatakan “tadi malam” atau “kemarin malam” ketika menceritakan sesuatu yang terjadi pada malam sebelumnya?
Keduanya memang sama-sama dapat merujuk pada malam sebelum hari ketika seseorang berbicara. Namun, dalam bahasa Indonesia, pilihan antara “tadi malam” dan “kemarin malam” ternyata dapat bergantung pada konteks waktu ketika kalimat tersebut diucapkan.
Menariknya, bahasa Inggris tidak memiliki pembedaan yang sama. Untuk menyebut malam sebelumnya, penutur bahasa Inggris umumnya cukup menggunakan frasa “last night”.
Baca Juga: Film “Baby’s Day Out” Terlihat Sederhana, Ternyata Dibuat dengan Efek Praktikal yang Rumit
Lantas, mengapa bahasa Indonesia memiliki dua pilihan?
Bukan Sekadar Soal Waktu
Perbedaan “tadi malam” dan “kemarin malam” berkaitan dengan cara bahasa menunjuk waktu berdasarkan titik acuan pembicara. Dalam linguistik, konsep tersebut dikenal sebagai deiksis waktu.
Kata seperti “tadi”, “sekarang”, “besok”, dan “kemarin” tidak memiliki rujukan waktu yang benar-benar tetap. Maknanya mengikuti kapan dan dalam situasi apa kata tersebut digunakan.
Misalnya, seseorang berbicara pada Senin pagi dan mengatakan, “Tadi malam aku menonton film.”
Baca Juga: Film Punya “Figuran Palsu” Berwujud Manekin Balon
“Tadi malam” dalam kalimat tersebut merujuk pada Minggu malam. Waktu yang dimaksud terasa dekat karena baru beberapa jam berlalu.
Namun, ketika orang yang sama menceritakan kejadian tersebut pada Senin malam, ia dapat mengatakan, “Kemarin malam aku menonton film.”
Keduanya menunjuk peristiwa yang sama, tetapi pilihan kata berubah karena posisi pembicara terhadap waktu tersebut ikut berubah.
Kenapa “Tadi” Bisa Berubah Menjadi “Kemarin”?
Secara sederhana, “tadi” biasanya digunakan untuk menunjuk waktu yang baru saja berlalu dan masih terasa dekat dengan saat berbicara. Sementara itu, “kemarin” mengacu pada hari sebelum hari ketika percakapan berlangsung.
Karena itu, penggunaan kedua istilah tersebut tidak selalu ditentukan oleh jumlah jam secara pasti.
Seseorang yang berbicara pada Selasa dini hari, misalnya, mungkin masih mengatakan, “Tadi malam aku pergi keluar.” Sementara pada Selasa malam, kejadian yang sama lebih wajar disebut sebagai “kemarin malam”.
Baca Juga: Aktor Lama Kembali ke Waralaba, Comeback “Wajah Lama” Jadi Daya Tarik Film
Artinya, bahasa Indonesia memberikan ruang bagi penutur untuk menunjukkan jarak waktu secara kontekstual, bukan sekadar menyebut tanggal atau hari.
Lalu, Kenapa Bahasa Inggris Cukup “Last Night”?
Bahasa Inggris menggunakan sistem yang berbeda.
Frasa “last night” secara umum digunakan untuk menyebut malam yang baru saja berlalu, tanpa perlu membedakan apakah malam tersebut masih terasa sangat dekat atau sudah memasuki hari berikutnya.
Misalnya, seseorang dapat mengatakan “I watched a movie last night” untuk menceritakan film yang ditontonnya pada malam sebelumnya.
Bahasa Inggris memang memiliki sejumlah cara lain untuk menunjukkan waktu lampau, tetapi “last night” sudah cukup untuk memberikan rujukan bahwa peristiwa tersebut terjadi pada malam sebelumnya.
Perbedaan tersebut menunjukkan bahwa setiap bahasa memiliki cara sendiri dalam mengatur dan mengungkapkan pengalaman manusia, termasuk pengalaman terhadap waktu.
Bahasa Tidak Selalu Bekerja Secara Literal
Menariknya, penutur bahasa Indonesia mungkin tidak pernah memikirkan aturan tersebut ketika berbicara.
Pemilihan “tadi malam” atau “kemarin malam” biasanya berlangsung secara spontan berdasarkan situasi.
Hal ini memperlihatkan bahwa bahasa tidak hanya berfungsi untuk menyampaikan apa yang terjadi, tetapi juga membantu menunjukkan seberapa dekat suatu peristiwa dengan sudut pandang penuturnya.
Jadi, ketika suatu hari masih bingung memilih “tadi malam” atau “kemarin malam”, sebenarnya kita sedang melakukan sesuatu yang cukup kompleks: menentukan posisi diri terhadap waktu hanya dengan dua kata. (inayah choirunisa)
Editor : Kabun Triyatno