RADARSOLO.COM – Sebanyak 44 santri kelas Tahfidz Pondok Pesantren Darul Ihsan Muhammadiyah Sragen (Dimsa) menggelar Mubaligh Hijrah sekaligus bakti sosial di Kecamatan Gesi, Kabupaten Sragen.
Kegiatan yang melibatkan 22 santriwan dan 22 santriwati itu diwujudkan melalui pembagian sayuran gratis serta bantuan satu tangki air bersih bagi warga terdampak kekeringan.
Aksi sosial tersebut berlangsung di Masjid Al Hidayah, Pimpinan Ranting Muhammadiyah Srawung, Kecamatan Gesi.
Baca Juga: Bupati Sragen Sigit Pamungkas Serahkan Tunas Kelapa ke Sekda Karanganyar
Selain memperkuat hafalan Alquran, para santri mendapat pengalaman langsung untuk membangun kepedulian terhadap kondisi masyarakat.
Rangkaian kegiatan diawali dengan program Mabit Kelas Khusus Tahfidz bertema “Malam Bersama Alquran, Menguatkan Hafalan dan Iman.”
Para santri mengikuti salat berjamaah, kajian motivasi, setoran hafalan, murajaah kelompok, sambung ayat, hingga berbagai permainan tahfidz.
Baca Juga: Proyek Jalan Beloran Dimulai, CFD Sragen Diliburkan Tiga Pekan
Selanjutnya, para santri mengikuti qiyamul lail, salat Tahajud, tilawah Alquran, dan salat Subuh berjamaah. Setelah itu, mereka bersiap menjalankan agenda bakti sosial di tengah masyarakat.
Melalui program “Pasar Bahagia”, santri membagikan sayuran segar secara gratis kepada jamaah kajian Ahad pagi Pimpinan Cabang Muhammadiyah Gesi. Kegiatan tersebut mendapat sambutan hangat dari masyarakat.
Kepedulian santri kemudian berlanjut melalui program “Santri Dimsa Peduli Kekeringan di Bumi Sukowati.” Para santri menyalurkan satu tangki air bersih ke Dusun Grengseng, RT 01, Desa Poleng, Kecamatan Gesi.
Baca Juga: Jejak Sunyi di Gambiran Sragen, Dipercaya Jadi Petilasan Ronggo Warsito
Bantuan itu menyasar warga yang menghadapi keterbatasan sumber air untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Kehadiran armada air bersih dan aktivitas para santri juga menarik perhatian warga setempat.
Hartanto, salah seorang warga menyampaikan rasa terima kasih atas bantuan tersebut.
”Kami sangat berterima kasih atas bantuan yang diberikan oleh para santri. Bantuan ini akan sangat bermanfaat bagi warga yang terdampak kekeringan dengan minimnya sumber air untuk kebutuhan sehari-hari,” ujar Hartanto.
Baca Juga: Selama Ramadhan, Ponpes Dimsa Sragen Kirim Santri hingga Malaysia
Menurutnya, bantuan air bersih tersebut tidak sekadar memenuhi kebutuhan sesaat. Kehadiran para santri juga memberikan semangat kepada masyarakat yang sedang menghadapi dampak kekeringan.
Pendamping program, Kristanto mengatakan kegiatan tersebut menjadi bagian dari pendidikan karakter bagi para santri.
Menurutnya, pembelajaran di pesantren tidak berhenti pada penguasaan ilmu agama dan ilmu umum.
”Ini merupakan bentuk pendidikan langsung kepada santri. Santri tidak melulu hanya ngaji, belajar ilmu agama dan ilmu umum, namun ini merupakan pendidikan karakter yang langsung bisa dilakukan oleh santri berupa kepedulian kepada masyarakat,” ujar Kristanto.
Baca Juga: DPRD Sragen Dorong Kirab Desa Masuk Agenda Event Pemkab
Karena itu, Mubaligh Hijrah tidak hanya menjadi momentum memperkuat hafalan dan keimanan.
Kegiatan tersebut juga menjadi ruang bagi santri untuk belajar berbagi, melayani, dan hadir di tengah persoalan masyarakat. (din/adi)
Editor : Adi Pras