RADARSOLO.COM – Sebanyak 82 siswa kelas IV SD Muhammadiyah Program Khusus (PK) Kottabarat Solo outing class ke YPAC Solo, Senin (14/9).
Kegiatan tersebut menjadi sarana pembelajaran untuk menumbuhkan empati, kepekaan sosial, sekaligus rasa syukur.
Koordinator tim kelas IV SD Muhammadiyah PK Kottabarat Atit Nur Ariyanna menjelskan, kunjungan tersebut bagian dari pembentukan karakter siswa.
Mereka diajak berinteraksi langsung dengan anak berkebutuhan khusus (ABK).
Baca Juga: Dorong Life Skill Masuk Pembelajaran Siswa SD Dan SMP Di Solo
“Kunjungan ini juga bagian dari silaturahmi, supaya siswa kami dapat memetik pelajaran berharga tentang cara memahami sudut pandang orang lain. Menghindari prasangka, serta senantiasa memanjatkan rasa syukur atas karunia Allah SWT,” jelasnya.
Kegiatan diawali dengan doa bersama, kemudian dilanjutkan sambutan dari Kepala Sekolah YPAC Solo Jalaludin Khawarizmi.
Dalam kesempatan tersebut, Jalaludin mengenalkan berbagai aktivitas dan prestasi yang diraih murid-murid YPAC, khususnya di bidang nonakademik dan kesenian.
Menurutnya, keterbatasan fisik bukan menjadi penghalang bagi seseorang untuk berkarya dan berprestasi.
Setiap individu memiliki keunikan, potensi, serta kesempatan untuk berkembang sesuai dengan kemampuan masing-masing.
Interaksi antara kedua kelompok murid kemudian berlanjut melalui kegiatan mewarnai bersama.
Aktivitas tersebut menjadi ruang bagi murid untuk berkomunikasi, saling membantu, dan membangun kedekatan tanpa memandang perbedaan kondisi fisik.
Sejumlah murid SD Muhammadiyah PK tampak meminjamkan alat mewarnai dan mendampingi teman-teman dari YPAC.
Dari kegiatan sederhana tersebut, mereka belajar berbagi fasilitas, meluangkan waktu, sekaligus membangun kepedulian terhadap sesama.
Salah satu murid kelas IV, Genio Azzaheer Istiyawan, mengaku mendapat pengalaman berbeda dari kegiatan tersebut.
Ia menyadari bahwa berbagi tidak selalu berkaitan dengan pemberian dalam bentuk materi.
"Ternyata berbagi itu tidak selalu berpatokan pada materi. Melalui perhatian, meluangkan waktu untuk mereka serta berbagi fasilitas sudah membuat teman-teman di sini tersenyum lebar," ucapnya.
Para murid diminta merefleksikan pengalaman selama outing class melalui lembar kerja peserta didik (LKPD).
Refleksi tersebut diarahkan untuk memperkuat pemahaman murid mengenai arti menghargai, berbagi, dan bersyukur dalam kehidupan sehari-hari. (alf/fer)
Editor : fery ardi susantoSumber : Radar Solo