Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

Koalisi Besar Inisiasi PDIP Berpotensi Terbentuk di Pilkada Klaten, Ini Respons Golkar

Angga Purenda • Sabtu, 10 Agustus 2024 | 21:00 WIB

 

Wakil Ketua DPD II Partai Golkar Klaten Triyono
Wakil Ketua DPD II Partai Golkar Klaten Triyono

 


RADARSOLO.COM — Delapan partai sudah bersepakat untuk membentuk koalisi besar dalam menghadapi Pilkada Klaten. Koalisi besar yang diinisiasi PDI Perjuangan terdiri dari PKS, Partai Gerindra, PPP, Nasdem, PAN, PKB dan Partai Demokrat.

Dalam waktu dekat akan melakukan deklarasi dan mengumumkan paslon yang hendak diusung.

PDIP pun optimistis bakal melawan kotak kosong dalam gelaran pesta demokrasi. Mengingat tinggal menyisakan Partai Golkar yang hanya memiliki tujuh kursi di DPRD Klaten, sehingga tidak bisa mengusung pasangan calon (paslon) secara mandiri.

DPD II Partai Golkar Klaten masih tetap optimistis mengusung Yoga Hardaya sebagai calon bupati dalam Pilkada Klaten. Hal itu langsung diungkapkan oleh Wakil Ketua DPD II Partai Golkar Klaten Triyono.

“Kemarin pak ketua (Yoga Hardaya) masih optimistis, sebelum rekomendasi turun masih yakin, bisa mendapatkan rekomendasi. Dikarenakan kemarin sudah lobi-lobi di DPD I dan DPP bahwa dia (Yoga Hardaya) bisa mendapatkan rekomendasi dan berpasangan nantinya,” ujar Triyono, Jumat (9/8).

Triyono menjelaskan, Partai Golkar akan menyiapkan kejutan dalam pilkada kali ini. Menurutnya, di Klaten dalam gelaran pilkada tidak akan sampai terjadi melawan kotak kosong alias hanya satu paslon saja.

“Kami masih optimistis nantinya masih ada demokrasi yang baik. Untuk tiket masuk ke pilkada kan minimal 10 kursi. Kami punya tujuh kursi, sehingga kurang tiga kursi. Saat ini masih dalam rangka mencari-cari, beberapa pihak sudah menyanggupi,” ujar Triyono.

Terkait delapan partai yang sudah bersepakat membentuk koalisi, Triyono mengungkapkan bahwa kesepakatan baru di tingkat kabupaten. Padahal kewenangan berada di DPP masing-masing partai. Maka itu, potensi berubahnya koalisi jelang pendaftaran pasangan calon dalam pilkada masih bisa terjadi.

“Untuk rekomendasi memang belum turun sampai saat ini. Tapi surat penugasan sudah kepada Pak Yoga. Bahkan dari PAN pun sudah memberikan surat penugasan untuk maju menjadi calon bupati,” ujar Triyono.

Terkait anggapan dari PAN bahwa Yoga tidak menjalankan surat penugasan, Triyono mengungkapkan bahwa Yoga tetap berupaya menemui DPD I dan DPP. Bahkan dia menegaskan, meskipun Partai Golkar di tingkat kabupaten cenderung silent tetapi telah menyiapkan kejutan.

“Walaupun ini main-main, tapi hasilnya nanti bukan main. Golkar sendiri pergerakannya di pusat, dikarenakan semua rekomendasi berada di pusat, tidak ada di bawah. Percuma pergerakan di bawah seperti ini tetapi di pusat menentukan lain,” ujar Triyono.

Sementara itu, Ketua DPC PDI Perjuangan Klaten Sri Mulyani mengungkapkan bahwa dirinya yakin bahwa koalisi yang diinisiasi oleh partainya itu bakal melawan kotak kosong. Mengingat dia juga aktif membangun komunikasi dengan Partai Golkar.

“Karena apa pun ada sejarah cerita. Jadi untuk Pak Ketua DPD-nya (Yoga Hardaya) masih kalem. Responsnya cenderung tidak ada keseriusan saat kami ajak untuk bersama-sama. Saya sebelum ke partai-partai saya sudah ke Golkar sudah ajak terlebih dahulu,” ujar Mulyani. (ren/nik)
.

Editor : Niko auglandy
#koalisi #pilkada #PDIP 11 kursi