Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Teguh-Gage Dapat PR dari Tokoh Agama

Damianus Bram • Minggu, 20 Oktober 2024 | 17:19 WIB
Paslon nomor urut 01 Teguh Prakosa dan Bambang Nugroho berfoto bersama pendeta dan umat Gereja Bethany Solo, Sabtu (19/10/2024).
Paslon nomor urut 01 Teguh Prakosa dan Bambang Nugroho berfoto bersama pendeta dan umat Gereja Bethany Solo, Sabtu (19/10/2024).

RADARSOLO.COM - Pasangan calon (paslon) nomor urut 01 Teguh Prakosa dan Bambang 'Gage' Nugroho melakukan giat safari ke sejumlah gereja di Kota Solo, Sabtu (19/10/2024).

Dalam kegiatan ini, paslon yang diusung oleh PDIP bersama PBB, PKN, Partai Garuda dan Partai Buruh mendapatkan sejumlah aspirasi dari umat Kristiani di Kota Bengawan.

Kegiatan safari ke sejumlah gereja di Kota Solo, diawali dari pertemuan dengan Persekutuan Umat Kristen Pancasila (PUKRIP) DPC Kota Surakarta di rumah makan Tirai Bambu. 

Selanjutnya paslon bersilaturahmi dengan sejumlah pendeta dan umat Gereja Bethany Solo. Setelah itu, Teguh-Gage melanjutkan perjalanan ke Gereja Santo Paulus Kleco. Dan Gereka Kristen Jawa (GKJ) Jebres menjadi tempat ibadah terakhir yang disambangi.

Dalam pertemuan ke sejumlah gereja tersebut isu toleransi umat beragama, bantuan pada tempat ibadah, masalah ekonomi dan lowongan kerja menjadi poin aspirasi yang disampaikan umat Kristiani kepada Teguh dan Gage.

Pendeta Yoshea E Riva dari Gereja Bethany Solo menyampaikan aspirasi bahwa semangat menjaga toleransi antar umat beragama harus terus digaungkan oleh pemerintah selanjutnya.

"Toleransi yang terjaga bakal membuat segala sesuatu esuatu yang berjalan menjadi lebih baik. Contohnya adalah rumah tangga yang banyak friksi dan mempertengkarkan hal yang tidak penting, mempermasalahkan perbedaan pendapat pasti suasana tidak enak," jelas Pendeta Yoshea E Riva.

"Namun jika kerukunan sudah terbentuk, menjaga toleransi, saling menghargai perbedaan, saya rasa kemajuan Kota dan kerja dari walikota dan wakil walikota terpilih akan lebih mudah," imbuhnya.

Sementara itu, Romo Aloysius Kriswinarto mempertanyakan soal keberadaan warga luar Solo yang bekerja di Solo dan berobat di kota ini.

"Jangan sampai masyarakat Kota Solo hanya menjadi penonton. Jadi ini perlu ada jembatan. Lalu ada warga luar Solo yang investasi dan berbisnis, dan ini perlu juga ada jembatan sehingga warga Solo tidak lagi jadi penonton," jelas Romo Aloysius Kriswinarto.

Lebih lanjut Romo Aloysius Kriswinarto menyatakan bahwa dia tidak akan berpolitik praktis. "Namun saya sebagai pastor memiliki kewajiban untuk memberi pengarahan kepada umat untuk menggunakan hak pilihnya secara bebas dan bertanggung jawab. Usahakan jangan golput tapi gunakanlah hak pilih secara bertanggung jawab sesuai hati nurani," ujarnya.

Di tempat lain Ketua Majelis GKJ Jebres Winengku Agus Prihatno berharap Teguh Prakosa dan Bambang Nugroho jika mendapat amanah memenangi Pilkada Solo, untuk menjadi pengayom bagi lintas agama.

"Kami juga berharap kedepannya ada kemudahan-kemudahan dari pemerintah, seperti izin dalam kegiatan serta dalam pembangunan cabang gereja," ujar Winengku Agus Prihatno.

Calon Walikota nomor urut 01 Teguh Prakosa mengaku mendapat aspirasi dan saran dari para pendeta, romo serta umat dari sejumlah gereja.

"Aspirasi ini menjadi modal bagi kami untuk mengembangkan Kota Solo kedepan. Selain itu kami berupa bersilaturahmi dengan sejumlah tokoh agama, umat dari berbagai agama. Karena mereka sangat berperan dalam pembentukan character building masyarakat," pungkas Teguh. (dam)

Editor : Damianus Bram
#gereja #Teguh Prakosa #Bambang Nugroho #Pilkada Solo