RADARSOLO.COM – KPU Klaten menggelar debat putaran kedua Pilkada Klaten 2024 pada Minggu (10/11/2024) siang pukul 14.00. Hal yang membedakan dengan debat putaran pertama yakni penyampaian visi-misi dan program kerja unggulan yang hanya berkaitan dengan tema.
Debat digelar di gedung pertemuan Grha Bung Karno (GBK), Kelurahan Buntalan, Kecamatan Klaten Tengah, Klaten. Ada pun tema debat putaran kedua kali ini yakni Ketangguhan Sosial, Ekonomi dan Budaya untuk Klaten di Masa Depan. Sedangkan untuk subtema meliputi investasi dan ekonomi kreatif (UMKM dan BUMDes), kedaulatan pangan dan pembangunan manusia.
Di samping itu, subtema terkait kriminalitas dan konflik sosial, pendidikan dan kesehatan. Begitu juga mengenai kepemudaan, kebudayaan dan olahraga serta pariwisata.
Ketiga pasangan calon (Paslon) hadir secara langsung dalam debat putaran kedua tersebut. Mereka adalah paslon nomor urut 1 Yoga Hardaya-Sova Marwati. Kemudian paslon nomor urut 2 W. Herry Wibowo-Wahyu Adhi Dermawan serta paslon nomor urut 3 Hamenang Wajar Ismoyo-Benny Indra Ardhianto.
Debat putaran kedua itu dihadiri tamu undangan 400 orang. Terdiri dari pendukung setiap paslon sebanyak 75 orang. Begitu juga forkopimda, organisasi perangkat daerah (OPD) dan camat.
Ditambah organisasi masyarakat, Bawaslu Klaten pemantau, perwakilan Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) dan awak media. Debat berlangsung selama 120 menit yang dibagi dalam lima sesi.
”Dari debat putaran kedua ini kami ingin menyebarluaskan visi-misi dan program kerja pasangan calon. Supaya masyarakat memiliki bekal yang cukup untuk pilihan politiknya pada 27 November 2024,” ujar Ketua KPU Klaten Primus Supriono kepada Radarsolo.com, Minggu (10/11/2024).
Lebih lanjut, Primus mengungkapkan, debat merupakan bagian dari pendidikan politik untuk masyarakat Klaten. Termasuk meningkatkan kedewasaan politik masyarakat, bahwa debat dan berbeda pendapat itu sah dalam negara demokrasi. Tetapi dikelola dengan baik.
”Berbeda pendapat ini adalah adu gagasan untuk Klaten yang lebih baik. Jadi kami mengangkat perbedaan dari sisi kualitasnya,” ujar Primus.
Lalu yang membedakan pada debat kedua ini, lanjut dia, pihaknya juga meminta tanggapan dari paslon atas artikel yang dibuat para pelajar dan mahasiswa.
”KPU Klaten sebelumnya mengadakan lomba penulisan karya ilmiah dengan tema Andai Aku Jadi Bupati Klaten. Maka itu kami buatkan sinopsisnya dari lima karya terbaik lalu dimintakan tanggapannya,” ujar Primus. (ren/adi)
Editor : Adi Pras