RADARSOLO.COM - Pondok Pesantren (Ponpes) Mahasiswa Roudhotul Jannah merupakan salah satu pondok binaan Dewan Pimpinan Daerah LDII (Lembaga Dakwah Islam Indonesia) Surakarta.
Ponpes ini diresmikan oleh Wali Kota Solo saat itu, Joko Widodo, pada 10 Agustus 2011.
Kini, setelah 14 tahun berdiri, pondok ini terus eksis dalam dunia pendidikan Islam.
Dengan visi dan misi membentuk dai serta daiyah yang siap menjawab tantangan zaman, Ponpes Mahasiswa Roudhotul Jannah membekali santrinya dengan pendidikan agama yang kuat, sekaligus mendorong mereka untuk menyelesaikan studi akademisnya.
"Kami mencetak dai dan daiyah yang tidak hanya profesional di bidangnya, tetapi juga memiliki jiwa religius," ujar Pimpinan Ponpes Mahasiswa Roudhotul Jannah, Eko Prasetyo, kepada Jawa Pos Radar Solo.
Saat ini, pondok pesantren ini mampu menampung lebih dari 230 santri, baik putra maupun putri, yang tinggal dan menetap di tiga gedung asrama.
Asrama putra terdiri dari tiga lantai, sedangkan dua gedung asrama putri masing-masing memiliki dua lantai dan terletak di sebelah utara masjid.
Selama bulan Ramadan, para santri menjalani jadwal kegiatan yang padat dan penuh manfaat.
Hari mereka dimulai pukul 03.00 dini hari dengan salat Tahajud, sahur, dan dilanjutkan dengan salat Subuh berjamaah.
Setelah itu, mereka mengikuti pengajian dengan materi hadis-hadis pilihan dari Rasulullah SAW yang diambil dari kitab Bukhari Muslim.
Setelah pengajian, para santri melakukan kegiatan kebersihan lingkungan secara bergilir. Bagi santri yang sedang menempuh pendidikan di perguruan tinggi, mereka akan berangkat kuliah pada pagi hingga siang hari.
Sepulang kuliah, mereka turut serta dalam kegiatan memasak, yang sudah dijadwalkan sebagai bagian dari persiapan berbuka puasa bersama.
Usai berbuka, mereka melaksanakan salat Tarawih berjamaah sebanyak 11 rakaat, kemudian melanjutkan tadarus Alquran hingga pukul 21.30.
"Tadarus Alquran di sini setiap malam, seakan-akan seperti perayaan Nuzulul Qur'an setiap hari," tambah Eko Prasetyo.
Ponpes Mahasiswa Roudhotul Jannah juga aktif menjalin hubungan baik dengan pondok pesantren lainnya.
Pada 14 Februari lalu, mereka menerima kunjungan dari sekitar 40 pondok pesantren. Kegiatan seperti ini rutin diadakan untuk mempererat tali silaturahmi antara pesantren-pesantren di berbagai daerah.
Di sisi lain, LDII selalu mengikuti keputusan pemerintah dalam penetapan awal Ramadan dan Idul Fitri. Mereka juga turut serta dalam sidang isbat dan rukyatul hilal bersama Kementerian Agama.
Dalam pengelolaan keuangannya, Ponpes Mahasiswa Roudhotul Jannah mengandalkan tiga sumber utama, yaitu iuran santri, sedekah dari masyarakat, serta bantuan dari pemerintah dan Kementerian Agama.
Semua dana tersebut dikelola dengan laporan pertanggungjawaban (LPJ) yang transparan dan jelas. (mg7/mg8/nik)
Penulis: Nazla Khaerunnisa
Dokumentasi: Siti Fatimah
Editor : Niko auglandy