RADARSOLO.COM - Memasuki bulan Syaban menjadi isyarat bahwa Ramadhan 2026 sudah semakin dekat.
Bulan ini kerap dimanfaatkan umat Islam untuk mempersiapkan diri, termasuk menunaikan kewajiban mengganti puasa Ramadhan yang tertinggal pada tahun sebelumnya.
Salah satu pertanyaan yang sering muncul adalah apakah puasa Syaban dapat digabungkan dengan Niat Puasa Qadha Ramadhan.
Dalam literatur fikih Islam, penggabungan antara puasa wajib dan puasa sunnah dikenal dengan istilah at-tasyrik.
Hal ini dijelaskan dalam buku Ensiklopedia Islam (Akidah, Ibadah, Muamalah, Tematik) karya Makmur Dongoran, yang menyebutkan bahwa seseorang diperbolehkan menggabungkan puasa qadha dengan puasa sunnah apabila diniatkan dengan benar.
Baca Juga: Niat Puasa Qadha Ramadhan 2026: Lengkap dengan Bacaan, Waktu, dan Tata Caranya
Kebolehan mengqadha puasa Ramadhan di bulan Syaban juga ditegaskan melalui hadis sahih dari Aisyah RA. Dalam riwayat Bukhari dan Muslim, Aisyah RA berkata:
“Aku memiliki utang puasa Ramadhan dan aku tidak mampu menggantinya kecuali di bulan Syaban.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Hadis ini menjadi dasar kuat bahwa mengerjakan Niat Puasa Qadha di bulan Syaban, menjelang Ramadhan 2026, adalah hal yang dibolehkan dalam Islam.
Bahkan, Imam As-Suyuthi dalam kitab Al-Asybah wa An-Nazhair menjelaskan bahwa seseorang yang menggabungkan niat puasa qadha atau nazar dengan puasa sunnah dapat memperoleh dua pahala sekaligus.
Niat Puasa Syaban
Dalam Islam, niat merupakan syarat utama sahnya suatu ibadah. Begitu pula dengan puasa Syaban.
Niat puasa sunnah Syaban dapat dibaca sejak selesai salat Isya hingga sebelum waktu imsak.
Bacaan niat puasa Syaban:
Arab:
نَوَيْتُ صَوْمَ شَعْبَانَ لِلّٰهِ تَعَالَى
Latin:
Nawaitu shauma sya’bâna lillâhi ta‘âlâ.
Artinya:
“Saya berniat puasa Syaban karena Allah Ta‘ala.”
Niat Puasa Qadha Ramadhan
Berbeda dengan puasa sunnah, Niat Puasa Qadha Ramadhan wajib dibaca sejak malam hari hingga sebelum terbit fajar.
Ini penting bagi umat Islam yang masih memiliki utang puasa dan ingin menuntaskannya sebelum Ramadhan 2026 tiba.
Bacaan niat puasa qadha Ramadhan:
Arab:
نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ قَضَاءِ فَرْضِ شَهْرِ رَمَضَانَ لِلهِ تَعَالَى
Latin:
Nawaitu shauma ghadin ‘an qadhā’i fardhi syahri Ramadhāna lillâhi ta‘âlâ.
Artinya:
“Aku berniat mengqadha puasa Ramadhan esok hari karena Allah SWT.”
Tata Cara Puasa Qadha Ramadhan
Pelaksanaan puasa qadha pada dasarnya sama seperti puasa Ramadhan. Berikut langkah-langkahnya:
-
Membaca Niat Puasa Qadha pada malam hari hingga sebelum Subuh.
-
Melaksanakan sahur.
-
Menahan diri dari hal-hal yang membatalkan puasa sejak terbit fajar hingga matahari terbenam.
-
Berbuka puasa saat waktu Magrib tiba.
Saat berbuka, dianjurkan membaca doa sebagaimana dijelaskan dalam kitab Al-Adzkar karya Imam an-Nawawi.
Arab:
ذَهَبَ الظَّمَأُ وَابْتَلَّتِ الْعُرُوقُ، وَثَبَتَ الأَجْرُ إِنْ شَاءَ اللهُ
Latin:
Dzahabaz zhama’u wabtallatil ‘uruqu wa tsabatal ajru, insyaallah.
Artinya:
“Telah hilang rasa haus, urat-urat telah basah, dan pahala telah ditetapkan, insya Allah.” (HR. Abu Dawud)
Hukum Puasa Qadha Ramadhan
Mengganti puasa Ramadhan yang tertinggal hukumnya wajib.
Ketentuan ini tercantum dalam Surah Al-Baqarah ayat 184, yang memerintahkan orang sakit atau musafir untuk mengganti puasa di hari lain.
Dalam buku Panduan Terlengkap Ibadah Muslim Sehari-Hari karya KH Muhammad Habibillah dijelaskan bahwa kelompok yang wajib mengganti puasa Ramadhan antara lain:
-
Orang yang bepergian jauh (musafir)
-
Orang sakit
-
Perempuan yang mengalami haid atau nifas
-
Orang yang muntah dengan sengaja
-
Orang yang dengan sengaja makan dan minum di siang hari Ramadhan
Demikian penjelasan lengkap mengenai Niat Puasa Qadha, penggabungannya dengan puasa Syaban, serta tata cara dan hukumnya sebagai persiapan menyambut Ramadhan 2026.
Semoga bermanfaat dan memudahkan umat Islam dalam menyempurnakan ibadahnya.
Editor : Nur Pramudito