RADARSOLO.COM – Menjelang Ramadhan 2026 (1447 H), tradisi ziarah kubur kembali ramai dilakukan umat Islam.
Masyarakat berbondong-bondong mendatangi makam orang tua dan keluarga yang telah wafat untuk memanjatkan bacaan doa, sekaligus mempersiapkan diri secara spiritual sebelum memasuki bulan suci.
Ziarah kubur menjelang Ramadhan telah menjadi kebiasaan tahunan di berbagai daerah.
Selain mendoakan orang tua dan kerabat, kegiatan ini juga menjadi sarana refleksi diri, mengingat kematian, serta memperkuat keimanan kepada Allah SWT.
Berdasarkan Himpunan Putusan Tarjih (HPT) Muhammadiyah, hukum ziarah kubur diperbolehkan, baik bagi laki-laki maupun perempuan, selama dilakukan sesuai syariat.
Baca Juga: Ramadhan 2026: Hindari 4 Jenis Minuman Ini Saat Sahur dan Buka Puasa agar Tubuh Tetap Bugar
Salah satu syaratnya adalah tidak meminta kepada ahli kubur atau menjadikan mereka sebagai perantara kepada Allah SWT.
Dasar hukum ziarah kubur dijelaskan dalam hadis Nabi Muhammad SAW yang diriwayatkan Muslim, Abu Dawud, at-Tirmidzi, Ibnu Hibban, dan al-Hakim:
عن بُرَيْدَةَقَالَ رَسُولُ اللهِ صلى الله عليه وسلم كُنْتُ نَهَيْتُكُمْ عَنْ زِيَارَةِ الْقُبُورِ فَقَدْ أُذِنَ لِمُحَمَّدٍ فِى زِيَارَةِ قَبْرِ أُمِّهِ فَزُورُوهَا فَإِنَّهَا تُذَكِّرُ الآخِرَة. [رواه مسلم وابو داود والترمذي وابن حبان والحاكم]
Artinya: “Diriwayatkan dari Buraidah ia berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda; “Dahulu aku pernah melarang ziarah kubur, maka telah diizinkan bagi Muhammad berziarah kubur bundanya. Maka berziarahlah kubur, sebab hal itu mengingatkan akhirat”. [HR. Muslim, Abu Dawud, at-Tirmidzi, Ibnu Hibban dan al-Hakim].
Hadis tersebut menegaskan bahwa ziarah kubur dianjurkan karena dapat mengingatkan manusia pada kehidupan akhirat dan mendekatkan diri kepada Allah SWT, terlebih menjelang Ramadhan 2026.
Tata Cara Ziarah Kubur Sesuai Syariat
Masih merujuk pada panduan Muhammadiyah, berikut tata caranya yang perlu diperhatikan saat melakukan ziarah kubur:
1. Meluruskan niat
Niatkan ziarah semata-mata untuk mendoakan ahli kubur, khususnya orang tua, serta sebagai pengingat akan kematian dan kehidupan akhirat.
2. Mengucapkan salam saat memasuki area makam
Saat memasuki area makam atau kuburan, pastikan untuk mengucapkan salam terlebih dahulu kepada seluruh ahli kubur sebagaimana yang tertuang dalam hadits berikut.
عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهَا قَالَتْ: كُلَّمَا كَانَتْ لَيْلَتُهَا مِنْ رَسُولِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَخْرُجُ آخِرَ اللَّيْلِ إِلَى الْبَقِيعِ, فَيَقُولُ: السَّلَامُ عَلَيْكُمْ دَارَ قَوْمٍ مُؤْمِنِينَ, وَأَتَاكُمْ مَا تُوعَدُونَ, غَدًا مُؤَجَّلُونَ, وَإِنَّا إِنْ شَاءَ اللهُ بِكُمْ لَاحِقُونَ , اللهُمَّ اغْفِرْ لِأَهْلِ بَقِيعِ الْغَرْقَدِ. [رواه مسلم]
Artinya: “Diriwayatkan dari Aisyah radhiyallahu ‘anha, ia berkata; “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pada tiap malam gilirannya, pergi ke Baqi’ pada akhir malam, dengan ucapannya: “Assalamu’alaikum dara qaumin mukminin wa atakum ma tu‘aduna ghadan muajjalun, wa inna insya Allahu bikum lahiqun. Allahummaghfir li ahli Baqi’il Gharqad” (Semoga keselamatan bagi kamu sekalian wahai negeri kaum yang beriman, dan akan datang apa yang dijanjikan kepada kamu sekalian dengan segera. Dan sesungguhnya kami, dengan izin Allah akan menyusul kamu sekalian. Yaa Allah ampunilah penghuni Baqi’ al-Gharqad (nama kuburan)”.” [HR. Muslim]
3. Melepas alas kaki
Saat memasuki area pemakaman, dianjurkan untuk melepas alas kaki sebagai bentuk adab dan penghormatan.
4. Menjaga etika di area kuburan
-
Menghadap kiblat ketika berdoa
-
Tidak duduk atau menginjak kuburan
-
Bersikap sopan dan tidak berlebihan
5. Dilarang meminta kepada ahli kubur
Salah satu hal yang paling dilarang ketika seseorang berziarah kubur, yakni meminta-minta kepada ahli kubur dan menjadikan mereka perantara kepada Allah SWT.
Larangan tersebut sebagaimana firman Allah dalam surat Yunus ayat 106, sebagai berikut.
وَلَا تَدْعُ مِنْ دُونِ اللهِ مَا لَا يَنْفَعُكَ وَلَا يَضُرُّكَ فَإِنْ فَعَلْتَ فَإِنَّكَ إِذًا مِنَ الظَّالِمِينَ. [يونس(10): ۱۰٦]
Artinya: “Dan jangan engkau menyembah sesuatu yang tidak memberi manfaat dan tidak (pula) memberi bencana kepadamu selain Allah. Sebab jika engkau lakukan (yang demikian), maka sesungguhnya engkau termasuk orang-orang zalim.” [QS. Yunus (10): 106]
6. Mendoakan ahli kubur
Membaca bacaan doa ziarah kubur merupakan inti dari ziarah, terutama doa untuk orang tua yang telah wafat.
Bacaan Doa Ziarah Kubur untuk Orang Tua
Berikut panduan bacaan doa ziarah kubur sebagaimana dihimpun dari NU Online, yang umum dibaca umat Islam saat ziarah kubur menjelang Ramadhan 2026:
1. Pengantar Al-Fatihah
اِلَى حَضْرَةِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيهِ وَسَلَّمَ وَاَلِهِ وإِخْوَانِهِ مِنَ الأَنْبِيَاءِ وَالمُرْسَلِيْنَ وَالأَوْلِيَاءِ وَالشُّهَدَاءِ وَالصَّالِحِيْنَ وَالصَّحَابَةِ وَالتَّابِعِيْنَ وَالعُلَمَاءِ العَامِلِيْنَ وَالمُصَنِّفِيْنَ المُخْلِصِيْنَ وَجَمِيْعِ المَلَائِكَةِ المُقَرَّبِيْنَ، ثُمَّ اِلَى جَمِيْعِ أَهْلِ القُبُوْرِ مِنَ المُسْلِمِيْنَ وَالمُسْلِمَاتِ وَالمُؤْمِنِيْنَ وَالمُؤْمِنَاتِ مِنْ مَشَارِقِ الأَرْضِ إِلَى مَغَارِبِهَا بَرِّهَا وَبَحْرِهَا خُصُوْصًا إِلَى آبَائِنَا وَأُمَّهَاتِنَا وَأَجْدَادِنَا وَجَدَّاتِنَا وَمَشَايِخِنَا وَمَشَايِخِ مَشَايِخِنَا وَأَسَاتِذَتِنَا وَأَسَاتِذَةِ أَسَاتِذَتِنَا وَلِمَنْ أَحْسَنَ إِلَيْنَا وَلِمَنْ اجْتَمَعْنَا هَهُنَا بِسَبَبِهِ شَيْءٌ لِلهِ لَهُمُ الْفَاتِحَةُ
Artinya: “Untuk yang terhormat Nabi Muhammad SAW, segenap keluarga, dan saudaranya dari kalangan pada nabi, rasul, wali, syuhada, orang-orang saleh, sahabat, tabiin, ulama al-amilin, ulama penulis yang ikhlas, semua Malaikat Muqarrabin, kemudian semua ahli kubur Muslimin, Muslimat, Mukminin, Mukminat dari timur ke barat, baik di laut dan di darat, khususnya bapak kami, ibu kami, kakek kami, nenek kami, guru kami, pengajar dari guru kami, ustadz kami, pengajar ustadz kami, mereka yang telah berbuat baik kepada kami, dan bagi ahli kubur/arwah yang menjadi sebab kami berkumpul di sini. Bacaan Al-Fatihah ini kami tujukan kepada Allah dan pahalanya untuk mereka semua. Al-Fatihah…”
2. Membaca Surat Al-Fatihah
Setelah membaca bacaan pengantar, maka dilanjutkan dengan membaca surat Al-Fatihah.
بسمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ الْحَمْدُ للهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ مَالِكِ يَوْمِ الَّذِيْنِ إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ اهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيمَ صِرَاطَ الَّذِينَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ غَيْرِ الْمَغْضُوبِ عَلَيْهِمْ وَلَا الضَّالِّينَ. أَمِينٌ
Artinya: "Aku berlindung kepada Allah dari setan yang terlontar. Dengan menyebut nama Allah yang maha pengasih lagi maha penyayang. Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam. Yang maha pengasih lagi maha penyayang. Yang menguasai hari pembalasan. Hanya kepada-Mu kami menyembah. Hanya kepada-Mu pula kami memohon pertolongan. Tunjukkanlah kami ke jalan yang lurus, yaitu jalan orang-orang yang telah Kau anugerahi nikmat kepada mereka, bukan jalan mereka yang dimurkai dan bukan pula jalan mereka yang sesat. Semoga Kau kabulkan permohonan kami."
3. Membaca Surat Pendek
Selanjutnya, umat Islam dianjurkan membaca surat-surat pendek, seperti AlIkhlas, Al-Falaq, dan An-Nas sebanyak 3x yang diselingi bacaan tahlil dan takbir.
Masing-masing sebanyak 3 kali, diselingi bacaan tahlil dan takbir.
4. Membaca Doa Tahlil
Setelah itu, peziarah dapat membaca doa tahlil berikut ini untuk mendoakan para ahli kubur.
ٱلْحَمْدُ للهِ رَبِّ ٱلْعَالَمِينَ حَمْدًا يُوَافِي نِعَمَهُ وَيُكَافِي مَزِيْدَهُ، يَا رَبُّنَا لَكَ ٱلْحَمْدُ كَمَا يَنْبَغِي لِجَلَالِ وَجْهِكَ وَعَظِيْمِ سُلْطَانِكَ، سُبْحَانَكَ لَا تَحْصِي ثَنَاءً عَلَيْكَ أَنْتَ كَمَا أَثْنَيْتَ عَلَىٰ نَفْسِكَ، فَلَكَ ٱلْحَمْدُ قَبْلَ ٱلرِّضَا وَلَكَ ٱلْحَمْدُ بَعْدَ ٱلرِّضَا وَلَكَ ٱلْحَمْدُ إِذَا رَضِيْتَ عَمَّا دَائِمًا أَبَدًا. ٱللَّهُمَّ ٱرْحَمْهُ بِٱلْقُرْآنِ ٱلْعَظِيمِ رَحْمَةً وَاسِعَةً، وَاغْفِرْ لَهُ مَغْفِرَةً جَامِعَةً يَا مَالِكَ الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ يَا رَبَّ الْعَالَمِينَ. ٱللَّهُمَّ ٱغْفِرْ لَهَا وَارْحَمْهَا وَعَافِهَا وَاعْفُ عَنْهَا يَا رَبُّ الْعَالَمِينَ وَاجْعَل. ٱللَّهُمَّ ثَوَابًا مِثْلَ ثَوَابِ ذَٰلِكَ فِي صُحُفِنَا وَفِي صُحُفِ وَالِدَيْنَا وَمَشَائِخِنَا وَالسَّادَاتِ ٱلْحَاضِرِينَ وَوَالِدِيهِمْ وَمَشَائِخِهِمْ خَاصَّةً وَإِلَىٰ أَمْوَاتِ الْمُسْلِمِيْنَ عَامَّ.
Artinya: "Puji syukur bagi Allah, Tuhan seluruh alam. Puji yang setimpal dengan nikmat-Nya dan cukup untuk melimpahkan kebaikan-Nya. Ya Tuhan kami, segala puji bagi-Mu sebagaimana layak bagi kemuliaan wajah-Mu dan kebesaran kekuasaan-Mu. Maha Suci Engkau, tidak terhitung pujian yang tercurah kepada-Mu, sebagaimana Engkau memuji diri-Mu sendiri. Bagi-Mu segala puji sebelum dan sesudah rida-Mu, dan bagi-Mu segala puji selama-lamanya. Ya Allah, rahmatilah dengan Al-Qur'an yang agung, rahmat yang luas, dan ampunilah dengan ampunan yang indah. Ya Raja dunia dan akhirat, Ya Tuhan seluruh alam. Ya Allah, ampunilah dia, berilah rahmat, dan berikanlah keselamatan. Ampunilah dosa-dosanya dan terimalah amal baiknya. Jadikanlah pahala kami setara dengan pahala yang diberikan dalam catatan kami, dalam catatan orang tua kami, guru-guru kami, dan para pemimpin yang hadir, dan orang tua mereka dan para guru mereka khususnya. Dan kepada seluruh orang muslim secara umum".
5. Menutup dengan Al-Fatihah
Sebagai penutup rangkaian bacaan doa ziarah kubur, dianjurkan kembali membaca Al-Fatihah.
Makna Ziarah Kubur Jelang Ramadhan 2026
Melalui ziarah kubur, umat Islam diajak untuk:
-
Mengingat kematian
-
Memperbanyak doa dan amal saleh
-
Menyambut Ramadhan 2026 dengan hati yang bersih
Ziarah kubur bukan sekadar tradisi, melainkan sarana spiritual untuk memperkuat hubungan dengan Allah SWT dan berbakti kepada orang tua meski telah wafat.(np)
Editor : Nur Pramudito