Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Sholat Tarawih Berapa Rakaat: 11 atau 23 Rakaat? Ini Penjelasan Dalil, Sejarah, dan Tata Caranya

Syahaamah Fikria • Rabu, 18 Februari 2026 | 18:23 WIB
Salat Tarawih di Masjid Raya Sheikh Zayed Solo, Senin (11/3/2024)
Salat Tarawih di Masjid Raya Sheikh Zayed Solo, Senin (11/3/2024)

RADARSOLO.COM - Perdebatan mengenai jumlah rakaat sholat Tarawih kembali mencuat setiap memasuki bulan Ramadan.

Sebagian masjid melaksanakan 11 rakaat, sementara lainnya 23 rakaat.

Lantas, mana yang benar? Apakah Tarawih seharusnya 8 atau 20 rakaat sebelum Witir?

Perbedaan ini sejatinya bukan persoalan benar atau salah, melainkan hasil ijtihad para ulama dalam memahami dalil-dalil syariat.

Berikut penjelasan lengkap berdasarkan pandangan organisasi Islam, kajian hadis, serta praktik para sahabat.

Tarawih 11 Rakaat: Dasar Pandangan Muhammadiyah

Muhammadiyah menetapkan sholat Tarawih sebanyak 11 rakaat, terdiri dari 8 rakaat Tarawih dan 3 rakaat Witir.

Landasan utamanya adalah hadis sahih riwayat Aisyah yang tercantum dalam Sahih al-Bukhari dan Sahih Muslim.

Dalam riwayat tersebut disebutkan bahwa Rasulullah SAW tidak pernah menambah sholat malam—baik di bulan Ramadan maupun di luar Ramadan—lebih dari 11 rakaat.

Hadis tersebut berbunyi bahwa Nabi melaksanakan sholat malam empat rakaat, kemudian empat rakaat lagi, lalu tiga rakaat Witir.

عَنْ أَبِي سَلَمَةَ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ أَنَّهُ سَأَلَ عَائِشَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهَا كَيْفَ كَانَتْ صَلَاةُ رَسُولِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي رَمَضَانَ قَالَتْ مَا كَانَ يَزِيدُ فِي رَمَضَانَ وَلَا فِي غَيْرِهِ عَلَى إِحْدَى عَشْرَةَ رَكْعَةً يُصَلِّي أَرْبَعَ رَكَعَاتٍ فَلَا تَسْأَلْ عَنْ حُسْنِهِنَّ وَطُولِهِنَّ ثُمَّ يُصَلِّي أَرْبَعًا فَلَا تَسْأَلْ عَنْ حُسْنِهِنَّ وَطُولِهِنَّ ثُمَّ يُصَلِّي ثَلَاثًا

“Dari Abu Salamah bin ‘Abdur Rahman (diriwayatkan) bahwa dia bertanya kepada ‘Aisyah r.a.: Bagaimana tata cara shalat Nabi saw pada bulan Ramadhan? ‘Aisyah r.a. menjawab: Beliau shalat (sunah qiyamul–lail) pada bulan Ramadhan dan bulan-bulan lainnya tidak lebih dari sebelas rakaat. Beliau shalat empat rakaat, maka jangan kamu tanya tentang kualitas bagus dan panjangnya, kemudian beliau shalat lagi empat rakaat, maka jangan kamu tanya tentang kualitas bagus dan panjangnya kemudian beliau shalat tiga rakaat.” (HR. al-Bukhari Nomor 3304).

Muhammadiyah memahami bahwa sholat Tarawih termasuk bagian dari qiyam Ramadan (shalat malam Ramadan), sehingga jumlah rakaatnya mengikuti praktik Nabi secara langsung.

Ketua PP Muhammadiyah, Syamsul Anwar, juga menjelaskan bahwa istilah “tarawih” tidak dikenal pada masa Nabi.

Dalam literatur klasik seperti Al-Muwaththa karya Imam Malik dan Al-Umm karya Imam Syafii, istilah tersebut belum digunakan.

Ibadah ini pada masa Nabi lebih dikenal sebagai qiyam Ramadan.

Tarawih 23 Rakaat: Praktik Sahabat dan Pandangan Nahdlatul Ulama

Mayoritas warga Nahdlatul Ulama (NU) melaksanakan Tarawih sebanyak 23 rakaat, terdiri dari 20 rakaat Tarawih dan 3 rakaat Witir.

Landasannya merujuk pada kebijakan Umar bin Khattab yang mengumpulkan umat Islam untuk melaksanakan sholat malam Ramadan secara berjamaah sebanyak 20 rakaat dengan imam Ubay bin Ka'ab.

Riwayat praktik tersebut disebutkan dalam Al-Muwaththa.

NU memandang kebijakan itu sebagai bagian dari sunnah Khulafaur Rasyidin dan telah menjadi kesepakatan sahabat (ijma’).

Hadis riwayat Sunan Abu Dawud juga menganjurkan umat Islam mengikuti sunnah Nabi dan sunnah Khulafaur Rasyidin setelahnya.

Karena itu, praktik 20 rakaat dinilai memiliki legitimasi kuat dalam tradisi fikih, khususnya mazhab Syafi’i yang dianut mayoritas warga NU.

Benarkah Ada Hadis Shahih tentang Jumlah Rakaat Tarawih?

Sejumlah ulama menegaskan tidak ada satu pun hadis shahih yang secara eksplisit menyebut jumlah rakaat Tarawih Rasulullah SAW.

Dilansir dari laman Rumah Fiqih, ulama hadis Indonesia, Ali Mustafa Ya'qub, menjelaskan bahwa riwayat yang menyebut Nabi melaksanakan Tarawih 20 rakaat—yang diriwayatkan Al-Thabrani dalam Al-Mu'jam al-Kabir—mengandung perawi yang dinilai lemah bahkan matruk oleh para ahli hadis.

Demikian pula riwayat yang secara tegas menyebut Tarawih 8 rakaat dari jalur tertentu dinilai tidak kuat.

Adapun hadis sahih tentang 11 rakaat sebenarnya berbicara tentang shalat malam Nabi secara umum, bukan secara eksplisit menyebut istilah “tarawih”.

Karena itu, sebagian ulama berpendapat bahwa hadis tersebut tidak bisa dijadikan dalil pasti untuk membatasi jumlah rakaat Tarawih.

Pendapat Ulama Dunia: Fleksibel dan Toleran

Dalam kitab Fathul Bari, Ibnu Hajar al-Asqalani mencatat adanya variasi riwayat jumlah rakaat pada masa sahabat: ada yang menyebut 13, 21, hingga 23 rakaat.

Ibnu Taimiyah bahkan menegaskan bahwa jika seseorang melaksanakan 20 rakaat sebagaimana mazhab Abu Hanifah, Syafi’i, dan Ahmad, atau 36 rakaat seperti sebagian riwayat mazhab Malik, atau 11–13 rakaat, semuanya baik.

Menurutnya, yang terpenting adalah kualitas dan kekhusyukan qiyamnya.

Mantan Mufti Arab Saudi, Abdul Aziz bin Baz, juga menyatakan bahwa 11 atau 13 rakaat lebih utama karena meniru praktik Nabi, namun yang melaksanakan 20 rakaat atau lebih tetap tidak salah.

Jadi, Sholat Tarawih yang Benar Berapa Rakaat?

Berdasarkan khazanah fikih:

- 11 rakaat (8 Tarawih + 3 Witir) memiliki dasar dari hadis sahih tentang qiyam Nabi.

- 23 rakaat (20 Tarawih + 3 Witir) memiliki dasar praktik sahabat pada masa Umar bin Khattab.

Tidak ada hadis shahih yang secara eksplisit dan tegas membatasi jumlah rakaat Tarawih.

Dengan demikian, perbedaan ini termasuk wilayah khilafiyah yang dibenarkan dalam Islam.

Umat Islam dapat memilih salah satu pendapat dengan tetap menjaga persatuan dan saling menghormati.

Tata Cara Sholat Tarawih

1. Waktu Pelaksanaan

2. Cara Pelaksanaan

Urutan Sholat Tarawih

Rangkaian tersebut diulang hingga mencapai 8 atau 20 rakaat.

Witir dapat dilakukan 2 rakaat salam lalu 1 rakaat, atau langsung 3 rakaat satu salam (sesuai pendapat yang diikuti). (ria)

Editor : Syahaamah Fikria
#tarawih 11 atau 23 rakaat #sholat tarawih #Rakaat Sholat Tarawih #tata cara sholat tarawih #Tarawih