RADARSOLO.COM-Menjalankan ibadah puasa bukan menjadi penghalang bagi masyarakat untuk tetap melakukan aksi kemanusiaan melalui donor darah.
Bahkan donor darah saat berpuasa adalah aktivitas yang aman dilakukan.
Hal itu langsung diungkapkan oleh Kepala Unit Donor Darah (UDD) PMI Kabupaten Klaten dr. Andi Markoco kepada radarsolo.jawapos.com saat ditemui di ruang kerjanya, Jumat (20/2/2026).
Menurut Andi, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan oleh calon pendonor.
Baik persiapan fisik dan pemilihan waktu yang tepat untuk melaksanakan donor darah. Harapannya kesehatan tubuh dapat tetap terjaga.
Selama menjalankan ibadan puasa, Andi menyarankan masyarakat untuk mendonorkan darahnya pada malam hari.
Khususnya setelah berbuka puasa atau usai salat tarawih sekira Pukul 19.30 WIB ke atas.
"Pada saat setelah berbuka, kebutuhan cairan tubuh sudah terpenuhi dengan baik dan energi sudah pulih. Ini adalah kondisi paling ideal," ujar Andi.
Selain memperhatikan soal waktu untuk donor darah, terdapat beberapa hal lainnya yang perlu jadi perhatian pendonor selama menjalankan ibadah puasa.
Terutama agar kondisi tubuh tetap fit pasca pengambilan darah. Pertama, yakni untuk nutrisi saat sahur dan buka harus seimbang.
“Konsumsi makanan bergizi seimbang dengan mengutamakan karbohidrat kompleks, protein serta vitamin dan mineral dari sayur serta buah. Kemudian tubuh cukupi cairan, pastikan asupan air tercukupi di waktu antara berbuka hingga sahur,” ujar Andi.
Ia juga meminta, masyarakat yang hendak mendonorkan darahnya selama menjalankan ibadah puasa agar dapat istirahat dengan cukup.
Baca Juga: Asupan Wajib untuk Penderita Anemia Saat Puasa Ramadhan agar Imun Tubuh Tetap Stabil
Terutama memastikan tidur yang berkualitas pada malam sebelum mendonor karena sangat mempengaruhi kesiapan fisik dan kestabilan tensi.
Andi memastikan, tetap dilaksanakan skrining ketat terhadap pendonor, sekalipun menjalankan tips yang disarankan tersebut.
Harapannya pendonor tetap memenuhi syarat umum, seperti berat badan minimal 45 Kg, usia 17-60 tahun hingga tidak sedang sakit maupun minum obat.
Di sisi lain, untuk mengantisipasi efek samping, PMI Klaten menerapkan prosedur pemantauan yang lebih lama bagi pendonor di bulan Ramadhan.
“Pasca pengambilan darah, pendonor akan dipantau selama sekira 15 menit. Untuk memastikan kondiri pendonor benar-benar stabil sebelum meninggalkan lokasi,” jelas Andi.
Andi mengungkapkan, bahwa melaksanakan donor darah memiliki manfaat ganda. Selain membantu menyelatakan pasien kecelakaan, operasi hingga pasien cuci darah, juga memiliki manfaat besar bagi pendonornya jika dilaksanakan setiap dua hingga tiga bulan.
"Secara otomatis tubuh akan membentuk sel darah merah baru sehingga terasa lebih segar. Donor darah juga membantu mencegah penyakit jantung dan hipertensi, sekaligus menjadi sarana pemeriksaan kesehatan rutin secara gratis," ujarnya.
Andi pun mengajak masyarakat untuk tidak ragu melaksanakan donor darah. Sekalipun sedang menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadhan.
Kegiatan donor darah bisa dilakukan dengan mendatangi pelayanan ke PMI maupun fasilitas kesehatan lainnya. (ren)
Editor : Tri wahyu Cahyono