RADARSOLO.COM - Selain beribadah, Masjid Agung Surakarta juga dimanfaatkan masyarakat untuk melepas lelah. Terutama di area serambi masjid, karena tempatnya sejuk dan nyaman untuk beristirahat.
Seperti halnya siang kemarin (20/2) usai salat Jumat, puluhan orang tidur siang di serambi masjid.
Tidur siang saat berpuasa menurut ulama diperbolehkan dan tidak membatalkan puasa Ramadan. Namun, sebaiknya tidur siang secukupnya agar aktivitas tetap produktif dan maksimal dalam beribadah.
Ketua Takmir Masjid Agung Surakarta Muchtarom menjelaskan, sengaja memfasilitasi kebutuhan jamaah, selama tetap menjaga ketertiban dan keamanan. Menurutnya, fungsi masjid sangat luas, tidak sekadar tempat beribadah semata.
“Tidak masalah, asal menjaga ketertiban dan keamanan. Kami memfasilitasi. Karena masjid ini multifungsi,” kata Muchtarom.
Muchtarom menambahkan, pengelola masjid tidak mungkin menyeleksi satu per satu pengunjung yang datang. Ada di antara mereka yang sekadar beristirahat, sembari menunggu keluarganya belanja di Pasar Klewer.
“Pasti ada yang istirahat sambil menunggu istri belanja,” ujarnya.
Area serambi masjid menurut Muchtarom boleh digunakan untuk beristirahat atau tidur. Kecuali ruang utama masjid yang hanya difungsikan untuk beribadah.
“Di serambi boleh tidur-tiduran. Macam-macam. Bisa untuk silaturahmi, kajian, atau yang mau istirahat juga boleh. Serambi kami longgarkan fungsinya. Tapi kalau di dalam dilarang,” jelasnya.
Hartono, 59, pengunjung asal Kalimantan memilih melepas lelah di serambi masjid. Di Solo, ia mengaku datang bersama istrinya.
“Tadi salat Jumat dulu di Masjid Zayed, lalu pengin lihat Masjid Agung sekalian salat Asar sama istri. Kalau saya pribadi, di sini lebih enak dan nyaman. Tidak begitu ramai. Banyak juga yang istirahat di sini,” ujarnya.
Sementara itu, Endah Dwi Purwanti, warga Gandekan, Jebres, Solo mengaku hampir setiap hari salat Asar di Masjid Agung. Ia mengaku sering menjumpai pengunjung dari luar Jawa yang sampai menginap di Masjid Angung.
“Salat Asar sekalian nunggu buka puasa bersama. Kalau pengunjung di sini banyak. Pernah ada yang dari Sulawesi dan Palembang nginep di sini, sekalian sahur bersama,” bebernya. (alf/fer)
Editor : fery ardi susanto