Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

Keutamaan Iktikaf di 10 Hari Terakhir Ramadan: Latih Keikhlasan dan Kesungguhan Ibadah

Alfida Nurcholisah • Selasa, 3 Maret 2026 | 17:13 WIB

 

Jamaah membaca ayat suci Alquran saat iktikaf di dalam Masjid Agung Surakarta, Rabu (3/3).
Jamaah membaca ayat suci Alquran saat iktikaf di dalam Masjid Agung Surakarta, Rabu (3/3).

RADARSOLO.COM - Mendekati sepuluh malam terakhir bulan suci Ramadan 1447 Hijriah, umat muslim dianjurkan meningkatkan ibadah.

Di antaranya memperbanyak iktikaf, karena melatih kita untuk ikhlas.

Iktikaf menurut sudut pandang Pengasuh dan Kasubag Sekretariat Pondok Pesantren Modern Islam (PPMI) Assalaam Agung Dermawan, bukan sekadar berdiam diri di masjid.

Melainkan momentum melatih keikhlasan dan kesungguhan hati dalam beribadah.

Agung menjabarkan, Ramadan tidak hanya dimaknai dengan memperbanyak bacaan Alquran.

Tetapi juga memperdalam pemahaman, serta mengamalkan nilai-nilainya dalam kehidupan sehari-hari.

“Iktikaf adalah bentuk taqarrub ilallah. Mendekatkan diri kepada Allah SWT dengan cara memfokuskan hati dan pikiran hanya untuk beribadah,” jelas Agung, Rabu (3/3).

Kasubag Sekretariat Pondok Pesantren Modern Islam (PPMI) Assalaam Agung Dermawan.
Kasubag Sekretariat Pondok Pesantren Modern Islam (PPMI) Assalaam Agung Dermawan.

Agung mengutip hadis: “Dari Aisyah ra, Rasulullah SAW sangat bersungguh-sungguh (beribadah) pada sepuluh hari terakhir (bulan Ramadan), melebihi kesungguhan beribadah di selain (malam) lainnya.” (H.R. Muslim).

Menurut Agung, ini bukti bahwa di penghujung Ramadan merupakan fase puncak dalam meningkatkan kualitas ibadah. Termasuk iktikaf, juga telah dikenal sejak umat terdahulu.

“Dalam kajian usul fikih, hal tersebut dikenal sebagai syar‘u man qablana atau syariat umat sebelum Islam,” imbuhnya.

Secara bahasa, lanjutnya, iktikaf berarti menahan diri. Sementara secara syariat, iktikaf adalah berdiam diri di dalam masjid dengan tata cara tertentu yang disertai niat. Dalam praktiknya, diisi dengan salat malam, zikir, membaca Alquran, serta memperbanyak doa.

“Iktikaf dapat melatih kita untuk memenjarakan diri dari kesibukan dunia. Di situlah kita belajar mengendalikan diri dan menata ulang niat,” bebernya.

Agung menambahkan, iktikaf juga salah satu sarana untuk meraih kemuliaan malam Lailatul Qadar.

Meski demikian, ia mengingatkan bahwa kemuliaan malam tersebut tidak terikat pada tempat tertentu. Melainkan dari kesungguhan dan keikhlasan dalam beribadah.

Di tengah kehidupan modern, Agung menilai, iktikaf relevan sebagai ruang muhasabah.

Jamaah dapat mengevaluasi amal yang telah dilakukan, serta meluruskan niat agar semata-mata mengharap ridha Allah SWT.

“Jangan sampai amal yang banyak, ternyata hanya untuk mencari pujian manusia. Ramadan adalah momen terbaik untuk membersihkan hati,” pesannya. (alf/fer)

Editor : fery ardi susanto
#iktikaf di masjid #Ramadan 1447 H #Ramadhan 1447 H #iktikaf adalah #Ramadhan 1447 Hijriah #iktikaf bulan ramadhan #Ramadan 1447 Hijriah #iktikaf di bulan ramadan #iktikaf #iktikaf artinya