Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

Menjemput Waktu-Waktu Mustajab untuk Berdoa di Bulan Ramadan

Iwan Kawul • Minggu, 8 Maret 2026 | 18:47 WIB

Jemaah memanjatkan doa usai menjalankan ibadah salat di ruang utama Masjid Agung Surakarta. Banyak waktu mustajab untuk berdoa di bulan suci Ramadan.
Jemaah memanjatkan doa usai menjalankan ibadah salat di ruang utama Masjid Agung Surakarta. Banyak waktu mustajab untuk berdoa di bulan suci Ramadan.

RADARSOLO.COM - Bulan Ramadan tak hanya dimaknai sebagai momentum untuk berpuasa menahan lapar dan dahaga, tetapi juga waktu yang tepat untuk memperbanyak doa.

Di bulan suci penuh rahmat ini, umat muslim diyakini memiliki waktu-waktu mustajab untuk memanjatkan doa.

Penyuluh Agama Islam Kementerian Agama (Kemenag) Kota Solo Moh. Zainal Abidin menjelaskan, Ramadan sering disebut sebagai syahrud du‘a atau bulan doa.

Sebab sepanjang Ramadan banyak waktu-waktu mustajab yang dianjurkan untuk memohon kepada Allah SWT.

“Di dalam Alquran memberikan isyarat tentang kedekatan doa dengan ibadah puasa. Seperti dalam QS Al-Baqarah ayat 186, yang menjelaskan tentang kedekatan Allah dengan hamba-Nya. Serta akan mengabulkan doa orang yang memohon kepada-Nya,” jelas Zainal, Minggu (8/3).

Zainal menambahkan, penempatan ayat tersebut di tengah pembahasan tentang puasa Ramadan, yang menunjukkan betapa istimewanya doa di bulan suci.

Penyuluh Agama Islam Kemenag Kota Solo Moh. Zainal Abidin.
Penyuluh Agama Islam Kemenag Kota Solo Moh. Zainal Abidin.

Namun, ia juga mengingatkan adanya hadis Rasulullah yang menyebutkan tiga doa yang tidak akan ditolak. Yakni doa orang yang berpuasa hingga berbuka, doa pemimpin yang adil, serta doa orang yang teraniaya.

Menurutnya, kondisi menahan lapar dan dahaga membuat orang yang berpuasa berada dalam keadaan spiritual yang lebih dekat dengan Allah. Hal tersebut menjadikan doa yang dipanjatkan memiliki kekuatan tersendiri.

Lebih lanjut, Zainal menjelaskan beberapa waktu emas yang dianjurkan untuk memperbanyak doa selama Ramadan. “Pertama, saat sahur atau yakni menjelang fajar.

Pada waktu tersebut, umat muslim dianjurkan memperbanyak istighfar dan memohon ampun kepada Allah," terangnya.

Kedua, sesuai hadis riwayat Ibnu Majah, yakni menjelang berbuka puasa. Pada momen ini, seseorang telah menahan diri dari berbagai hal yang membatalkan puasa sepanjang hari, sehingga menjadi waktu yang sangat baik untuk berdoa.

Ketiga, di sepertiga malam terakhir. Sangat dianjurkan di waktu ini untuk bermunajat kepada Allah, terutama dengan menunaikan salat Tahajud.

“Hadis riwayat Imam Bukhari dan Muslim menjelaskan, pada sepertiga malam terakhir, Allah membuka pintu rahmat dan mengabulkan doa hamba-Nya yang memohon,” jelasnya.

Keempat, malam Lailatul Qadar. Malam istimewa yang diakui lebih baik dari seribu bulan.

Di malam tersebut, umat muslim dianjurkan memperbanyak ibadah dan doa. Salah satunya doa yang diajarkan Rasulullah untuk memohon ampunan kepada Allah.

Zainal menegaskan, bulan Ramadan sejatinya mengajarkan umat muslim untuk merendahkan diri di hadapan Allah melalui doa yang tulus dan penuh keikhlasan.

“Doa bukan sekadar rangkaian kata, tetapi ungkapan kerendahan hati seorang hamba ketika mengetuk pintu rahmat Allah,” paparnya.

Maka Zainal mengajak umat muslim untuk memperbanyak doa selama Ramadan.

Karena bisa jadi dari sekian banyak doa yang dipanjatkan, ada satu yang dikabulkan Allah dan menjadi sebab kebaikan hidup di dunia maupun akhirat. (alf/fer)

Editor : fery ardi susanto
#Ramadan 1447 H #Ramadhan 1447 H #Ramadhan 1447 Hijriah #mustajab #Ramadan 1447 Hijriah #Doa Mustajab #doa ramadan