Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

Kisah Heroik Skuad Persis Solo di Musim 1994

Perdana Bayu Saputra • Minggu, 24 Mei 2020 | 23:14 WIB
SUMRINGAH: Skuad Persis Solo sukses menjadi juara Divisi II Nasional musim 1994, dalam final yang digelar di Stadion Sriwedari. Persis sukses menjegal Persikab Bandung di partai puncak. (YANIS BUDI UCOK FOR RADAR SOLO)
SUMRINGAH: Skuad Persis Solo sukses menjadi juara Divisi II Nasional musim 1994, dalam final yang digelar di Stadion Sriwedari. Persis sukses menjegal Persikab Bandung di partai puncak. (YANIS BUDI UCOK FOR RADAR SOLO)
SOLO - Jika kita bicara catatan sejarah tentang sepak bola di Kota Solo. Jika harus menanyakan kapan terakhir Persis Solo menjadi juara di kompetisi resmi yang mereka jalani, tentu jawabannya adalah 1994. Saat itu Laskar Sambernyawa berjuang di kompetisi Divisi II, yang masih jadi kasta ketiga di zaman perserikatan kala itu.

Bisa dibilang titel juara Plumbon Cup 2015 di Tawangmangu dan runner up Divisi I 2006 tentu tak perlu masuk perhitungan. Ini karena konteksnya adalah juara di kompetisi resmi. Jika Persis musim ini memasang target untuk bisa promosi dengan titel juara kompetisi, tak ada salahnya menjadikan perjalanan Persis di musim 1994 jadi inspirasinya.

Divisi II 1994, Persis memulai langkah dengan menjadi juara di tingkat provinsi, lalu berlanjut ketingkat pulau, dan akhirnya sampai ke babak nasional. Stadion Sriwedari jadi saksi kedigdayaan Sukisno dkk.

Di partai puncak, Persis Solo berhasil menjadi juara usai mengalahkan Persikab Bandung, 3 Juni 1994 silam.

“Kami senang bukan main saat itu, karena Persis akhirnya bisa promosi ke Divisi I,” ujar bintang Persis kala itu Yanis Budi.

Pria yang akrab disapa Ucok tersebut menceritakan, di partai final kontra Persikab, beberapa pemain Persis berparas nyentrik karena kepalanya pada plontos. Ini dimulai setelah di babak semifinal Persis berhasil menang 1-0 kontra PSLS Louksemawe 1-0, 1 Juni 1994. Kemenangan di babak semifinal tersebut, membuat Persis dipastikan promosi ke Divisi I musim 1995.

”Anak-anak menjalankan nazar. Jika Persis bisa promosi, mereka mau menggunduli kepalanya, sebelum laga. Ada yang tidak melakukannya juga, salah satunya saya. Tapi sebagian besar potong gundul, jadi pas final banyak pemain Persis yang kepalanya botak,” ucap Ucok.

Tak lama setelah pertandingan lawan PSLS berakhir, beberapa pemain naik becak menuju tempat potong rambut.

“Kami dari mes lama yang sekarang jadi Museum Keris, menuju tempat potong rambut di timur Monumen Pers. Aksi gundul ini digelar dadakan. Pas juara juga dapat sepeda gunung,” terang kapten Persis kala itu, Sukisno.

Hampir semua pemain Persis menggunduli kepalanya cukup licin. Bahkan saat di final melawan Persikab Bandung, hanya sosok Sri Widadi, Ucok, Untung, hingga Triyanto yang tidak membotakkan kepalanya.

Pemain inti lainnya seperti Sukisno, Ratmoko, Supangat, Supriyanto, Widiyanto, Totok Supriyanto, hingga Sarwo Edi membuat licin kepalanya sampai mengkilap.

Dari komposisi musim 1994 ini, Persis bahkan hampir bisa promosi ke kasta tertinggi kala itu, Divisi Utama. Sayang musim Divisi I 1995 dan 1996 Persis gagal di babak semifinal di Manado dan 8 besar Padang. (nik) Editor : Perdana Bayu Saputra
#persis solo #1994