Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

Coach Salahudin Berharap Sang Anak Ikuti Jejaknya

Perdana Bayu Saputra • Minggu, 14 Juni 2020 | 23:32 WIB
SOSOK PANUTAN: Coach Salahudin (tengah) saat bersama keluarga besarnya di Banjarmasin.
SOSOK PANUTAN: Coach Salahudin (tengah) saat bersama keluarga besarnya di Banjarmasin.
SOLO – Orang bilang buah jatuh tak jauh dari pohonnya. Hal ini juga yang terjadi di dunia sepakbola. Banyak pemain bintang yang kinibersinar, ternyata bakat hebatnya muncul dari sang ayah, yang juga besar namanya di profesi tersebut.

Coach Salahudin, tentu punya harapan yang sama. Dia ikut berharap lebih pada anaknya yang ketiga, Dintia Putra. Saat ini dia masih berusia 14 tahun, dan coach Salahudin punya waktu cukup panjang untuk memolesnya.

“Setiap orang tua tentu ingin anaknya berhasil. Dan saya juga tentu berharap ada anak saya yang bisa mengikuti jejak saya sebagai pemain bola. Syukur-syukur bisa melebihi apa yang sudah saya capai,” terang coach Salahudin kepada Jawa Pos Radar Solo.

Salahudin mengakui banyak memberikan materi latihan. Beban latihannya ternyata hampir sama seperti yang dia berikan ke pemain profesional di tim yang dibentuknya.

“Saya bukan keras kepada semua yang saya latih, namun lebih pada sebuah ketegasan. Ini juga perlu buat mereka jika ingin berkembang. Karena dalam sebuah kompetisi persaingan itu berjalan keras. Tak hanya kepada lawan, namun kepada pemain di tim kita sendiri. Khususnya untuk rebutan posisi. Jadi keseriusan dalam berlatih itu penting,” ujarnya.

Salahudin tentu berharap besar pada langkah Dintia di kemudian hari. “Dia punya potensi besar. Saya terus mensupport dia agar bisa serius dalam berlatih,” ucapnya.

Pelatih yang kini tinggal di Banjarmasin tersebut,  sempat menjadi pemain di beberapa klub besar. Seperti Barito Putera, Persikota Tangerang, Mitra Kalteng Putra, PSS Sleman dan Persegi Gianyar Bali.

Di tingkat Timnas, dia sering berseragam garuda. Seperti Timnas Pelajar, dalam sebuah kejuaraan di Hongkong (1986) dan Singapura (1987). Setelah itu dia bergabung dengan Timnas U-19 (1988), Timnas U-21 (1989) hingga Timnas senior dari tahun 1989 hingga 1994. Beberapa event sempat dikuti, seperti Piala Presiden di Korea Selatan (1990), SEA Games Manila 1991, dan prakualifikasi Piala Dunia (1993-1994). Prestasi terbaiknya tentu ikut membawa Timnas meraih emas di SEA Games Manila.

Sebelum bergabung dengan Persis Solo, Salahudin sempat berkelana menukangi banyak klub sejak 2004. Seperti Persepar Palangkaraya, Barito Putera, Madura FC hingga Persiba Balikpapan. (nik) Editor : Perdana Bayu Saputra
#coach salahudin #persis solo