Walau belum tahu kapan akan digulirkan, namun sinyal siapa jadi sosok orang nomor satu di komunitas suporter Persis Solo tersebut semakin kencang berhembus. Presiden saat ini, Aulia Haryo bisa saja kembali mencalonkan diri. Walaupun pria yang akrab disapa Rio tersebut masih belummau blak-blakan. Dilain sisi, dirigen senior Pasoepati Maryadi “Gondrong” ternyata berminat ikut mencalonkan diri.
“Saya minat nyalonin diri jadi presiden Pasoepati, karena ini bentuk dari sebuah amanat. Saya gak punya tujuan tertentu, hanya ingin membesarkan nama Pasoepati saja,” terang Gondrong kepada Jawa Pos Radar Solo kemarin.
Soal apakah akan dicalonkan atau mencalonkan diri, Gondrong mengakui dua hal itu memang sudah ada dibenaknya jauh-jauh hari. “Banyak yang sudah mendukung. Jadi dalam isi hati saya, saya juga siap. Saya siap dicalonkan, ataupun mencalonkan diri,” tegasnya.
Di lain sisi, kompetisi Liga 2 kabarnya akan digelar tanpa penonton. Stadion Manahan sendiri masuk proyeksi jadi tuan rumah grup 3 saat Liga 2 di-restart nanti.
Kompetisi Liga 2 dan Liga 1 musim ini, ternyata akan menjalankan beberapa regulasi baru. Salah satu wacananya yang jadi sorotan publik tentu saja soal kompetisi yang akan kembali bergulir dengan status tanpa penonton. Hal ini diberlakukan untuk antisipasi penyebaran virus korona di dalam stadion, ataupun yang ditakutkan bisa menyerang pemain.
“Saya sempat mendengar PSSI pas rapat virtual dengan klub Liga 2 bahkan kompetisi bisa ditonton langsung 30 persen dari kapasitan stadion, namun dengan protokol kesehatan. Namun kalau nanti aturan baru jadi tidak boleh, tentu semua pihak harus mentaatinya,” ujarnya.
Dia mengakui bahwa dalam situasi negara seperti ini, tentu semua kebijakan yang berlaku memang baik untuk semuanya. Dia juga siap memberikan sosialisasi kepada arus bawah untuk menjalankannya, agar tidak nekad berangkat ke stadion andai Persis berlaga nanti. Karena memang bisa saja benar digelar tanpa penonton.
“Harapan saya liga tetap digelar live, jadi suporter masuk bisa nonton di TV. Bisa juga nyanyi-nyanyi lewat kelompok kecil. Saat ini bisanya memang hanya prihatin. Harus kita mpet keingian ini, khususnya untuk kita semua nyetadion. Rindu pasti, tapi kondisi memang tak memungkinkan seperti ini,” pungkasnya. (ryn/nik) Editor : Perdana Bayu Saputra