“Untuk memenangkan sebuah pertandingan, ada banyak faktor yang perlu diperhatikan, apalagi jika ingin juara. Apakah Kaesang (Pangarep), Aga (Mahendra Agakhan Thohir), dan saya menginginkan klub ini turun lagi? Jelas tidak. Di satu sisi, yang diperlukan tim saat ini adalah dukungan positif, agar mental terjaga untuk meraih kemenangan. Dan ini tidak bisa dilakukan oleh satu pihak saja,” tulis Kevin di akun Instagram pribadinya @knugroho33.
Menurut Kevin, rentetan kekalahan di awal musim bukan sebuah aib. Dia mencontohkan nasib playmaker Irfan Bachdim, saat masih membela Bali United musim 2017 silam. Kala itu, jawara Liga 2 berturut-turut ini juga belepotan di awal musim.
“Bachdim sempat membagikan pengalamannya pada 2017. Dia sempat mengalami awal musim yang buruk bersama tim. Namun di akhir musim finis di urutan ke-2. Ini bukanlah akhir dari segalanya,” tulisnya lagi.
Kevin juga sadar, situasi Persis saat ini tidak sesuai ekspektasi publik bola Kota Bengawan. Sebagai tim promosi, manajemen ogah Persis hanya numpang lewat, lalu terdegradasi musim ini. Mengingat tahun depan, Persis akan merayakan ulang tahun seabad. Harapannya, musim depan Persis bisa jawara Liga 1.
“Kritikan akan menjadi evaluasi bagi kami, agar tetap berjalan sesuai koridor. Berikan dukungan positif dan konsisten. Karena Liga 1 adalah musim yang sangat panjang. Tugas kita bersama untuk menjaga dan mengawal konsistensi performa klub sampai akhir,” tulisnya. (nik/fer/dam) Editor : Damianus Bram