Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

Suporter Persis Solo Galang Dukungan Menyerukan KLB PSSI

Damianus Bram • Kamis, 27 Oktober 2022 | 14:10 WIB
Dirut Persis Solo Kaesang Pangarep (tengah) saat menyaksikkan pertandingan Laskar Sambernyawa di Stadion Manahan bersama para suporter belum lama ini. (M. IHSAN/RADAR SOLO)
Dirut Persis Solo Kaesang Pangarep (tengah) saat menyaksikkan pertandingan Laskar Sambernyawa di Stadion Manahan bersama para suporter belum lama ini. (M. IHSAN/RADAR SOLO)
SOLO Persis Solo tidak sendirian menyerukan Kongres Luar Biasa (KLB) PSSI. Barisan pendukung setia Laskar Sambernyawa (julukan Persis Solo) kabarnya siap pasang badan. Termasuk menggalang dukungan dari suporter se Indonesia, agar usulan KLB berjalan mulus.

Sebagai catatan, hanya Persis saja yang secara gamblang meminta KLB. Usulan tersebut dilayakan melalui surat resmi ke Ketua Umum (Ketum) PSSI Mochamad Iriawan, Selasa malam (25/10). Sedangkan klub-klub anggota PSSI lainnya, masih sebatas menagih transformasi dan digulirkannya kembali kompetisi. Baik Liga 1, Liga 2, maupun Liga 3.

“Kami bangga dengan Persis Solo yang menuntut adanya KLB. Poin yang diminta sangat jelas. Artinya, permintaannya tidak mengambang,” ujar Dirigen Pasoepati Agoes Warsoep, Rabu (26/10).

Agoes menegaskan tetap memberi dukungan kepada manajemen Persis, terutama kepada Direktur Utama (Dirut) Kaesang Pangarep, andai usulan KLB bertepuk sebelah tangan. Karena sesuai statuta, KLB bisa digelar jika 50 persen anggota atau 2/3 delegasi perwakilan PSSI mengajukan permintaan secara tertulis.

“Kami para suporter siap mendampingi Persis. Bahkan, teman-teman secara masif pasang membanjiri media sosial dengan hastag “Solo Melawan”. Misal diperlukan, kami akan turun ke jalan dengan jumlah massa yang banyak,” imbuhnya.

Tak hanya di internal, Pasoepati sedang rajin menjalin komunikasi dengan suporter klub lainnya. Terutama pasca tragedi Kanjuruhan, Sabtu (1/10). “Harus diusut tuntas. Harus ada yang bertanggung jawab. Kami mendukung rekomendasi TGIPF (Tim Gabungan Independen Pencari Fakta) Kanjuruhan, yang seharusnya didengar PSSI,” bebernya.

Pembina Ultras 1923 Iwan Samudra menambahkan, kubunya sepaham dengan sikap manajemen Persis. Menurutnya, sepak bola nasional saat ini butuh transformasi ke arah yang lebih baik.

“KLB akan menjadi batu loncatan untuk perbaikan sistem kompetisi yang lebih profesional. Membaiknya sistem kompetisi ini, merupakan sumber harapan bagi terciptanya pemain berbakat. Nantinya juga akan mengisi skuad timnas untuk berkompetisi di level internasional,” paparnya.

Tak tinggal diam, Iwan siap menggalang dukungan dari suporter klub lain. Supaya mendorong klub kebanggaan mereka, ikut mengambil sikap seperti Persis.

“Setidaknya menyampaikan aspirasi ke klub masing-masing, supaya KLB bisa terlaksana. Karena kalau hanya Persis atau beberapa (klub) saja, ya sulit,” ujarnya.

Terpisah, Kaesang menolak anggapan ada udang di balik batu, terkait usulan KLB PSSI. Putra bungsu Presiden Joko Widodo ini menegaskan ogah maju jadi ketum PSSI. Justru dia lebih berminta mengakuisisi sejumlah klub di luar Kota Bengawan.

Nggak, nggak. Kalau kayak gitu (maju sebagai ketum PSSI) nanti ada kepentingan. Kepentingan saya itu, sepak bola menjadi lebih baik dan nikah. Saya fokus jadi pemilik klub dan nuku-nuku liyane (beli-beli klub lainnya),” hemat Kaesang.

Ditanya klub yang akan diakuisisi, Kaesang geleng kepala. “Jangan wilayah Solo semua dong. Cari wilayah lain lah, Maluku atau apa,” imbuhnya.

Terkait siapa sosok yang akan jadi nakhoda Persis, Kaesang mengaku sudah merapat ke Kota Bengawan. Dia berharap publik bola di Solo untuk bersabar.

“Sudah datang. Sudah tiga minggu di sini, bahkan lebih. Sudah ketemu di kantor. Sudah tahu cara bayar parkir juga,” kelakarnya. (nis/fer/dam) Editor : Damianus Bram
#pssi #persis solo #KLB PSSI #Suporter Pasoepati #Suporter Persis Solo #Kaesang Pangarep #Persis Tuntut KLB PSSI