Sebelumnya ban kapten Persis memang selalu berganti-ganti. Musim lalu hingga di awal musim ini melekat pada sosok Eky Taufik. Namun karena seringnya dia jadi cadangan, akhirnya lambang kehormatan ini jadi milik Fabiano Beltrame. Namun itupun tak lenggang, hanya beberapa laga, setelah itu diberikan ke duet mautnya di posisi center back, yakni Jaimerson Xavier.
Namun di laga terakhir, kala Jaimerson dan Fabiano banyak tak bisa dimainkan karena akumulasi kartu, Abduh-lah yang akhirnya ditunjuk jadi kapten Laskar Sambernyawa.
Alasan penunjukkan sosoknya jelas cukup masuk akal. Selain skillnya yang mumpuni, Abduh didefinisikan sebagai salah satu sosok senior yang kenyang akan pengalaman. Ditambah dia cukup lugas, dan punya jiwa pemimpin. Cukup wajar, karena labelnya sebagai salah satu anggota tentara angkatan darat.
"Alasannya simple (penunjukan Abduh sebagai kapten baru Persis), karena performance, pengalaman,dan senioritasnya mumpuni," beber Asisten Persis Solo Rasiman kepada Jawa Pos Radar Solo belum lama ini.
Soal performa memang tak perlu diragukan lagi. Sepanjang 17 pertandingan di putaran pertama Liga 1 musim ini, Abduh merupakan satu-satunya penggawa Laskar Sambernyawa yang tak pernah terganti. Selain dia ada satu sosok lagi yang selalu dimainkan di putaran pertama lalu, yakni Alexis Messidoro.
Walau belum mencetak gol, kinerja Abduh untuk lini serang benar-benar terlihat jelas prospeknya. Dia sering berlari kedepan dari sisi sayap kiri, layaknya seorang winger. Padahal posisi aslinya adalah seorang bek kiri. Dan karena aktif menyisir dari sisi sayap, dia tercatat sudah dua kali membuat assist buat Persis.
“Sebetulnya statistik yang berbicara, seseorang main di setiap laga pasti mempunyai banyak hal yang positif,” ungkap Rasiman.
Rasiman tak terlalu kaget, ternyata mereka pernah bertemu pada Timnas U-16 musim 2007. Kala itu, Rasiman menjadi asisten pelatih. Sehingga, tak sulit untuk melihat potensi pemain bernomor punggung 96 tersebut.
“Sehingga saya sangat percaya dengan kemampuannya. Mulai dari individual skill, kualitas delivery, crossing, attacking, defending semuanya dia punya,” kata eks pelatih Madura United tersebut.
Kinerja Abduh bersama tim di lapangan juga cukup memuaskan. Dalam 17 laga, gawang Persis hanya kebobolan 20 kali. Itu artinya Persis saat ini ada di peringkat ke-6 dari 18 klub Liga 1, dengan catatan kebobolan paling sedikit. Di bawah PSM Makassar (6 kali kebobolan), Persija (11 kali kebobolan), Madura United (14 kali kebobolan), PSS Sleman (18 kali kebobolan), hingga Arema FC dan Borneo FC yang kebobolan 19 kali dari 17 laga perdananya musim ini. (nis/nik/dam) Editor : Damianus Bram