Klub sepak bola HW, awalnya muncul di Kota Jogja pada tahun 1920 an. Di kota pelajar, Ki Bagus Hadikusumo menginisiasi pembentukan Kaoeman Voetball Club. Kemudian klub ini bermetamorfosa, dan berubah nama menjadi Persatuan Sepak Bola Hizbul Wathan atau disingkat PSHW.
Salah satu tokoh penting PSHW Jogja adalah Muhammadiyah Abdul Hamid. Dia adalah pemain dan pengurus PSHW Jogja, yang akhirnya jadi salah satu aktor pendiri PSSI di Jogja (1930).
Jauh sebelumnya, HW Jogja bahkan tercatat jadi salah satu pendiri Indonesische Voetbal Bond atau IVB. IVB sendiri adalah organisasi sepakbola pribumi sebelum berdirinya PSSI. Eksistensi IVB singkat, karena hanya dari tahun 1927 hingga 1930.
Sementara itu eksistensi HW di Jogja mulai 1920 an, ternyata berimbas pada tumbuhnya klub serupa di kota lainnya. Bahkan hampir di semua kota di pulau Jawa, dulunya sempat muncul klub bernama HW. Cukup wajar karena banyak anak-anak HW dari berbagai kota, akhirnya mulai bergairah untuk memainkan sepak bola di kotanya.
Saat kongres Muhammadiyah di Jogja pada 1937, klub HW dari Surabaya, Solo, dan Jogja bahkan menggelar pertandingan segitiga untuk memerihkan acara besar ini. Setiap HW bertanding di setiap kota, tentu lapangan akan selalu penuh.
Ada pembahasan menarik lainnya soal Muhammadiyah maupun HW di dunia sepak bola. Untuk informasi lainnya, klik judul di bawah ini:
1. Muktamar Muhammadiyah Sempat Dimeriahkan Pertandingan Sepak Bola
2. Eksistensi PSHW Kota Solo Ada Peran Tim Sepak Bola Jogja
3. Ini Para Legenda dan Tokoh Penting HW Solo di Dunia Sepak Bola
4. Sebelum Indonesia Merdeka, Hizbul Wathan Solo Aktif Bertanding
5. Kompaknya HW Solo dan HW Jogja di Lapangan Hijau
6. Muhammadiyah dan HW Semakin Eksis di Dunia Sepak Bola Modern
7. Selain di Balai Persis, Pusat Organisasi Persis Solo Juga Pernah di Tempat Ini
Atau bisa juga menonton pembahasannya secara lengkap di akun Youtube Radar Solo TV berjudul Sambernyawaklopedia #7: Kiprah Muhammadiyah dan HW di Dunia Sepak Bola, atau klik link ini. (nik) Editor : Niko auglandy