Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features

Eksistensi PSHW Kota Solo Ada Peran Tim Sepak Bola Jogja

Niko auglandy • Senin, 9 Januari 2023 | 18:49 WIB
Skuad Hizbul Wathan (HW) Solo di era 1940an.
Skuad Hizbul Wathan (HW) Solo di era 1940an.
RADARSOLO.ID - Tim sepak bola Hizbul Wathan (HW) Kota Solo berdiri sejak 1929. Klub ini masih eksis hingga hari ini dan tercatat sebagai salah satu klub internal di bawah naungan Askot PSSI Surakarta yang masuk tim internal Persis Solo.

Di logo Persis Solo ada simbol 15 bintang, bintang-bintang tersebut merepresentasikan jumlah klub internal Persis Solo di tahun 1950an. Tepatnya saat logo ini mulai diperkenalkan ke publik. salah satu bintang tersebut jelas merepresentasikan klub HW Solo, yang masih eksis kala itu.

Tapi HW Solo bisa terbentuk, secara tidak langsung juga ada peran klub dari Jogja, yakni HW Jogja. Dimana Awalnya tim sepakbola HW dibentuk di Kota Jogja pada 1920an. Setelah itu ternyata akhirnya klub HW berkembang dan muncul di berbagai kota lainnya dengan nama dan spirit yang sama. Salah satunya tentu saja akhirnya muncul HW di Kota Solo di akhir 1920 an.

HW Solo sendiri sudah terjun di kompetisi Persis Solo sejak 1929. Bahkan pada musim 1939 klub ini sukses jadi juaranya. Baik tim ini juara di kasta 1 maupun kasta ketiga.

Saat itu kompetisi Persis memang digelar hingga tiga kasta. Jadi di kompetisi itu HW menerjunkan HW, HW 1 dan HW 2. Setiap klub punya pemain yang berbeda, dan kala itu dibedakan sesuai kualitas pemainnya. Jadi pemain kunci biasanya akan main di tim utama HW, dan para pelapis atau pemain yang masih muda dan baru bergabung akan main di tim HW 1 atau HW 2.

Setiap klub anggota Persis lainnya juga banyak yang membentuk tiga klub berbeda yang diterjunkan di tiga kasta.

Prestasi yang lebih mentereng diraih HW Solo terjadi di musim 1941. Dimana tim menjadi juara di semua kasta, tepatnya di tiga kasta yang digelar Persis Solo kala itu. Prestasi juara HW berlanjut juga usai Indonesia merdeka, yakni di musim 1953-1954. Di era saat ini, HW Solo belum bisa berbicara banyak, karena selalu gagal juara di kompetisi bentukan Askot PSSI Solo beberapa tahun terakhir.

Ada pembahasan menarik lainnya soal Muhammadiyah maupun HW di dunia sepak bola. Untuk informasi lainnya, klik judul di bawah ini:
1-Muktamar Muhammadiyah Sempat Dimeriahkan Pertandingan Sepak Bola
2-Pergerakan Kiprah HW di Dunia Sepak Bola, Dimulai dari Kota Ini
3-Ini Para Legenda dan Tokoh Penting HW Solo di Dunia Sepak Bola
4-Sebelum Indonesia Merdeka, Hizbul Wathan Solo Aktif Bertanding
5-Kompaknya HW Solo dan HW Jogja di Lapangan Hijau
6-Muhammadiyah dan HW Semakin Eksis di Dunia Sepak Bola Modern
7-Selain di Balai Persis, Pusat Organisasi Persis Solo Juga Pernah di Tempat Ini

Atau bisa juga menonton pembahasannya secara lengkap di akun Youtube Radar Solo TV berjudul Sambernyawaklopedia #7: Kiprah Muhammadiyah dan HW di Dunia Sepak Bola, atau klik link ini. (nik) Editor : Niko auglandy
#hw #hizbul wathan