Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Selain di Balai Persis, Pusat Organisasi Persis Solo Juga Pernah di Tempat Ini

Niko auglandy • Rabu, 11 Januari 2023 | 00:26 WIB
Deklarasi damai derby Jateng yang digelar suporter dari Persis Solo dan PSIS Semarang di depan Balai Persis, Senin (20/6). (M. IHSAN/RADAR SOLO)
Deklarasi damai derby Jateng yang digelar suporter dari Persis Solo dan PSIS Semarang di depan Balai Persis, Senin (20/6). (M. IHSAN/RADAR SOLO)
RADARSOLO.ID - Perss Solo saat ini tak punya kantor resmi. Sejak beberaoa tahun terakhir setelah bergotna ganti owner baru, Persis memang rutin melakukan pindahan kantor. Biasanya lokasi kantor manajemen ada di mes pemain. Atau pernah juga Persis berkantor di sebuah bangunan, yang mana bangunan tersebut adalah rumah milik sang owner.

Bicara soal kantor Persis Solo, tentu banyak orang yang akan mengingat bangunan bernama Balai Persis. Lokasi di pusat Kota Bengawan tersebut, memang lama dijadikan sebagai kantor untuk manajemen Persis Solo beraktivitas.

Bahkan berbagai kegiatan klub internal Persis digelar saat ini. Namun sejak 2017, manajemen Persis sudah tidak berkantor disana kembali. Ini seiring saham PT Persis Solo Saestu (PSS) yang mengelola Persis di kompetisi Liga Indonesia di lepas ke publik dan tak lagi dominan jadi milik orang yang juga rangkap jabatandi askot PSSI Surakarta. Hingga akhirnya kini Balai Persis hanya jadi kantor Askot PSSI Surakarta.

Bicara soal kantor Persis Solo lebih mendalam, ternyata dulu kantor Persis lama berada di Keprabon. Dimana lokasinya kabarnya tak jauh dari Pura Mangkunegaran. Itu terjadi saat era sebelum Indonesia merdeka, dan awal 1950an.

Muhammadiyah ternyata juga punya peran yang besar untuk membantu roda organisasi Persis Solo. Saat Persis belum memiliki kantor resmi di tahun 1950 an, Muhammadiyah akhirnya memberikan salah satu petak ruangan di Balai Muhammadiyah di Keprabon Solo untuk kantor Persis pada tahun 1954. Sebelum akhirnya sejak 1960, Persis memutuskan berkantor di Balai Persis.

Di tahun tersebut roda organisasi Persis memang cukup solid. Kala itu Persis diketua oleh A.E Said. Di tim Persis dia dibantu beberapa tokoh yang secara sukarela mau untuk mengembangkan Persis Solo. Salah satunya adalah Soeharto. Kala it udia menjabar sebagai wakil ketua 1 di tahun 1950an. Di kemudian hari, Soeharto akan dikenal publik karena jabatannya sebagai presiden kedua Indonesia sejak 1965-1998. Dia jadi orang nomor satu di Indonesia menggantikan Ir Soekarno. (nik)

Ada pembahasan menarik lainnya soal Muhammadiyah maupun HW di dunia sepak bola. Untuk informasi lainnya, klik judul di bawah ini:
1. Muktamar Muhammadiyah Sempat Dimeriahkan Pertandingan Sepak Bola
2. Pergerakan Kiprah HW di Dunia Sepak Bola, Dimulai dari Kota Ini
3. Eksistensi PSHW Kota Solo Ada Peran Tim Sepak Bola Jogja
4. Ini Para Legenda dan Tokoh Penting HW Solo di Dunia Sepak Bola
5. Sebelum Indonesia Merdeka, Hizbul Wathan Solo Aktif Bertanding
6. Kompaknya HW Solo dan HW Jogja di Lapangan Hijau
7. Muhammadiyah dan HW, Semakin Eksis di Dunia Sepak Bola Modern

Atau bisa juga menonton pembahasannya secara lengkap di akun Youtube Radar Solo TV berjudul Sambernyawaklopedia #7: Kiprah Muhammadiyah dan HW di Dunia Sepak Bola, atau klik link ini. Editor : Niko auglandy
#persis solo #hizbul wathan #balai persis #HW Solo