Selain Unsa, peserta turnamen ini antara lain adalah UIN Salatiga, STIQ Al Quran, UIN Surabaya, IAIN Ponorogo, Universitas Negeri Malang, Universitas Muhammadiyah Malang, dna tentu saja tuan rumah Unida Gontor.
Unsa FC sukses meraih kemenangan perdananya melawan UNI Salatiga 3-0 (21/1), dan membawa tim ini lolos ke babak semifinal. Atas kemenangan ini Pembina Unsa FC sekaligus Rektor Unsa Rio Arya Surendra mengatakan hasil tersebut merupakan awal yang baik bagi pemainnya. Hal tersebut bisa dijadikan modal untuk menatap laga berikutnya.
“Tapi masih ada beberapa hal yang perlu diperbaiki. Untungnya baru pertandingan pertama,” bebernya kepada Jawa Pos Radar Solo, Senin (23/1/2023).
Target Unsa dalam kompetisi ini tak muluk-muluk, yakni perlahan tapi pasti mereka ingin bisa memenangkan setiap pertandingannya. Karenanya, kedepan diharapkan tim harus bisa lebih kompak dan solid secara taktik.
“Semoga bisa membawa kebanggaan untuk Unsa dan Kota Solo pada umumnya,” imbuh Rio.
Dalam kompetisi ini Unsa menyetorkan nama 20 pemainnya. Sejatinya, Rio cukup menyayangkan jumlah kuota yang disediakan panitia, mengingat sejatinya Unsa memiliki skuad sekitar 23 pemain, itu artinya ada pemain yang terpaksa tidak bisa didaftarkan.
Soal pembentukan tim, sebelumnya mahasiswa Unsa menjalani seleksi internal. “Ini tim sendiri (berbeda dengan Liga 3, Red). Ada sebagian yang kemarin ikut Liga 3, ada yang belum ikut di Unsa. Tapi ini semuanya mahasiswa Unsa, karena ini liga mahasiswa. Mereka berasal dari berbagai angkatan dan berbagai fakultas,” pungkas Rio. (nis/nik) Editor : Damianus Bram