Di atas kertas, PSM Makassar lebih unggul dibandingkan Laskar Sambernyawa –julukan Persis Solo-. Gap klasemen di antara kedua kubu terlalu jauh. Persis menduduki posisi 11, sedangkan lawan kini jadi pemuncak klasemen sementara.
Rapor pertemuan kedua tim di putaran pertama di Stadion Manahan, tahun lalu juga berakhir imbang 1-1. Jadi tak usah heran jika kisah David versus Goliath kembali muncul. Apalagi performa anak asuh Bernando Tavares tengah di atas angin.
Terbukti, PSM selalu unggul dalam tujuh laga terakhir. Paling gres, Yacob Sayuri dkk membekuk Dewa United (2-0), 19 Februari lalu.
Sebelumnya Persebaya Surabaya, Persik Kediri, Persib Bandung, Barito Putera, Arema FC, hingga Rans Nusantara menyerah di tangan Pasukan Ramang -julukan PSM-.
Sepanjang tren positif itu, PSM menabung 15 gol dan hanya empat kali kebobolan. Artinya, bond kebanggaan wong Solo perlu ekstrawaspada pada lini depan lawan. Diprediksi jadi kerja keras bagi defender.
Tragisnya Persis kehilangan beberapa pemain kuncinya. Antara lain Jaimerson Xavier. Dia harus absen buntut sanksi kartu merah. Begitu pula dengan Abduh Lestahulu yang tak masuk squad karena cedera.
Tapi Pelatih Persis Solo Leonardo Medina menegaskan, timnya sudah sangat siap. Dia mengakui punya bek lain yang siap menjaga keperawanan gawang Gianluca Pandeynuwu, seperti Andri Ibo, Rian Miziar, Arif Budiyono, Gavin Kwan, hingga dua gelandang yang siap disulap jadi bek, siapa lagi jika bukan Kanu Helmiawan dan Sutanto Tan.
“Saya telah mengatakannya berkali-kali, bahwa kami tidak bergantung dengan satu pemain. Kami bermain sebagai tim, bukan individual. Kami akan menyelesaikan game ini. Kami harus menang,” tegas eks asisten pelatih Johor Darul Ta’zim itu dalam pre match press conference, Sabtu (4/3/2023).
Tapi perlu diingat, pekan lalu Persis mendapat hasil tak mengenakkan. Usai dijegal Bali United 1-3 di Stadion Maguwoharjo Sleman. Handicap lain yang memayungi Persis adalah lawatan jarak jauh.
Bukan hal mustahil jika pemain mengalami jetlag. Tampil sebagai tamu juga akan jadi tekanan. Pasalnya sudah banyak klub raksasa yang terbantai di markas PSM.
Mulai dari Bali United, Persib Bandung, hingga Persebaya Surabaya. Ketiga klub itu menyerah di tangan PSM. Hanya Madura United yang mampu membekuk PSM di rumahnya sendiri pada 15 Desember lalu dengan skor tipis 0-1.
Tapi Persis sanggup menang dua kali lawan Madura United musim ini. Jelas motivasi ini menjadi pelecut untuk juga bisa menjegal PSM di depan pendukungnya.
Namun sekali lagi, sepak bola itu bukan Matematika. Bola itu bundar, jadi Persis sebagai tamu jelas punya potensi untuk mengalahkan PSM di rumahnya.
Terkait hal tersebut, Leo –sapaan Leonardo Medina- mengaku setiap pertandingan itu berbeda. Baik dari pemain, strategi, situasi, hingga cuaca. Semua tergantung bagaimana tim berusaha untuk menang. Karenanya Leo selalu menekankan beberapa hal kepada para anak asuhnya.
“Bermain kolektif, berani, dan bertanggung jawab. Besok (hari ini, Red) kami akan mencoba berjuang dan bermain bagus. Semoga menjadi pertandingan yang bisa dinikmati,” tambahnya.
Seperti yang diinstruksikan Leo, Pemain Persis Solo Rian Miziar mengatakan, dia dan rekan-rekannya akan berusaha bermain kolektif. Baik lini depan, tengah, maupun belakang.
“Siapa pun pemain PSM yang berada di lapangan, saya pikir berbahaya semua,” ungkapnya.
Sadar betul akan melawan pemuncak klasemen, Rian berusaha sekuat tenaga mencuri poin. Bahkan mereka bertekad menang. “Kami tahu datang di sini untuk menghadapi pemuncak klasemen. Tapi itu tidak jadi masalah, karena ini permainan sepak bola,” tegasnya. (nis/nik/wa) Editor : Damianus Bram