Dalam unggahan tersebut, Irfan menjelaskan dia memang bukan pemain naturalisasi. Banyak orang berpikir seperti itu karena dia merupakan campuran Belanda-Indonesia, sekaligus lahir dan tumbuh besar di Negara Kincir Angin. Tapi faktanya, paspor Indonesia sudah dikantongi sejak kecil.
"Tapi itu tidak akan mengubah fakta bahwa saya akan berdiri untuk sesuatu yang tidak benar menurut pendapat saya. Dan itu adalah aturan yang akan datang, yang mungkin akan terjadi di musim depan," tulisnya.
Irfan menceritakan perjalanan karirnya. Lika-liku sebagai pemain sepak bola yang sangat dia cintai. "Seorang anak lelaki dengan ayah orang Indonesia yang bangga membesarkan dan mengajarkan saya dari mana saya berasal. Seorang anak lelaki yang akan pergi ke sekolah dengan Garuda menempel di tas punggungnya, dan bendera Indonesia di jaketnya. Karena dia bangga darimana asalnya. Itulah saya tumbuh dewasa berbangga menjadi orang Indonesia," terangnya yang memilih menjadi Warga Negara Indonesia (WNI) ketika memasuki usia 17 tahun
Bermain untuk Tanah Air, itulah mimpi terbesar Irfan. Kala berumur 16 tahun, dia hampir saja meraih kesempatan itu. Dipanggil untuk Timnas U-21 proyeksi Asian Games di Qatar, sayang dia tidak bergabung karena dihinggapi cedera.
"Beberapa tahun kemudian saya memutuskan datang ke Indonesia untuk mencari tim. Dengan harapan saya bisa bermain di sini dan mewujudkan mimpi bisa bermain untuk tim nasional," bebernya.
Beberapa tim coba dijajal olehnya. Bahkan sudah sampai tahap tryout, seperti Persib Bandung hingga Persija Jakarta. Tapi keberhasilan belum digapai Irfan kala itu.
"Tahun 2010 saya mendapatkan kesempatan datang ke Indonesia untuk pertandingan amal. Dengan coach Timo (Scheunemann) di tribun menonton pertandingan saya. Dia menyukai cara bermain saya dan dia lah orang yang memberi saya kesempatan untuk bermain disini dan mewujudkan mimpi saya," tambahnya.
Dari ceritanya ini, Irfan menggambarkan mungkin ada orang berdarah Indonesia sepertinya yang sangat bangga menjadi orang Indonesia. "Kenapa kita berbeda sekarang?," tanyanya.
Selain itu, dia menjelaskan banyak pemain asing yang menikah dengan perempuan Indonesia dan punya anak Indonesia. "Kenapa mereka berbeda? Mungkin ada pemain yang sudah lama tinggal di Indonesia dan mencintai negara kita. Membantu sepak bola kita dan diberikan paspor Indonesia, kenapa mereka berbeda?," tanyanya lagi.
Artinya, Irfan ingin menegaskan semua yang lahir atau besar di dalam atau di luar Indonesia, serta orang yang memiliki paspor Indonesia adalah orang Indonesia. Seperti yang seharusnya diterima pemain naturalisasi, seperti Marc Klok, Ilija Spasojevic, Beto Goncalves dan pemain lainnya.
Asosiasi Pesepakbola Profesional Indonesia (APPI) juga mengutarakan pembatasan pemain naturalisasi merupakan pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM). Setelah seseorang dinyatakan menjadi WNI, seyogyanya dia mendapatkan hak yang sama dengan WNI lainnya sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku di Indonesia. Hal ini tidak sejalan dengan Universal Declaration of Player Rights dan FIFA's Human Right Policy. (nis/nik)
DAFTAR PEMAIN NATURALISASI DI LIGA 1 2022/2023:
- Marc Klok (Persib)
- Victor Igbonefo (Persib)
- Ezra Walian (Persib)
- Otavio Dutra (Madura United)
- Alberto Goncalves (Madura United)
- Esteban Vizcarra (Madura United)
- Stefano Lilipaly (Borneo FC)
- Diego Michiels (Borneo FC)
- Ilija Spasojevic (Bali United)
- OK Jhon (RANS Nusantara FC)
- Kim Jefrey Kurniawan (PSS Sleman)
- Fabiano Beltrame (Persis Solo)