Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Rencana Pembatasan Pemain Naturalisasi, Irfan Bachdim: Kenapa Kita Berbeda Sekarang?

Damianus Bram • Kamis, 9 Maret 2023 | 14:30 WIB
MENEPI: Bek Persis Solo M Kanu saat mengawal ketat Striker Madura United Alberto Goncalves di Stadion Gelora Madura Ratu Pamelingan, 6 Februari lalu. (PERSIS SOLO OFFICIAL)
MENEPI: Bek Persis Solo M Kanu saat mengawal ketat Striker Madura United Alberto Goncalves di Stadion Gelora Madura Ratu Pamelingan, 6 Februari lalu. (PERSIS SOLO OFFICIAL)
RADARSOLO.ID – Wacana pembatasan pemain naturalisasi di Liga 1 mendapat banyak sorotan dan kritik pedas. Tak terkecuali yang dilontarkan oleh pemain Persis Solo Irfan Bachdim. Winger berusia 34 tahun itu buka suara via akun Instagram pribadinya @ibachdim.

Dalam unggahan tersebut, Irfan menjelaskan dia memang bukan pemain naturalisasi. Banyak orang berpikir seperti itu karena dia merupakan campuran Belanda-Indonesia, sekaligus lahir dan tumbuh besar di Negara Kincir Angin. Tapi faktanya, paspor Indonesia sudah dikantongi sejak kecil.

"Tapi itu tidak akan mengubah fakta bahwa saya akan berdiri untuk sesuatu yang tidak benar menurut pendapat saya. Dan itu adalah aturan yang akan datang, yang mungkin akan terjadi di musim depan," tulisnya.

Irfan menceritakan perjalanan karirnya. Lika-liku sebagai pemain sepak bola yang sangat dia cintai. "Seorang anak lelaki dengan ayah orang Indonesia yang bangga membesarkan dan mengajarkan saya dari mana saya berasal. Seorang anak lelaki yang akan pergi ke sekolah dengan Garuda menempel di tas punggungnya, dan bendera Indonesia di jaketnya. Karena dia bangga darimana asalnya. Itulah saya tumbuh dewasa berbangga menjadi orang Indonesia," terangnya yang memilih menjadi Warga Negara Indonesia (WNI) ketika memasuki usia 17 tahun

Bermain untuk Tanah Air, itulah mimpi terbesar Irfan. Kala berumur 16 tahun, dia hampir saja meraih kesempatan itu. Dipanggil untuk Timnas U-21 proyeksi Asian Games di Qatar, sayang dia tidak bergabung karena dihinggapi cedera.

"Beberapa tahun kemudian saya memutuskan datang ke Indonesia untuk mencari tim. Dengan harapan saya bisa bermain di sini dan mewujudkan mimpi bisa bermain untuk tim nasional," bebernya.

Beberapa tim coba dijajal olehnya. Bahkan sudah sampai tahap tryout, seperti Persib Bandung hingga Persija Jakarta. Tapi keberhasilan belum digapai Irfan kala itu.

"Tahun 2010 saya mendapatkan kesempatan datang ke Indonesia untuk pertandingan amal. Dengan coach Timo (Scheunemann) di tribun menonton pertandingan saya. Dia menyukai cara bermain saya dan dia lah orang yang memberi saya kesempatan untuk bermain disini dan mewujudkan mimpi saya," tambahnya.

Dari ceritanya ini, Irfan menggambarkan mungkin ada orang berdarah Indonesia sepertinya yang sangat bangga menjadi orang Indonesia. "Kenapa kita berbeda sekarang?," tanyanya.

Selain itu, dia menjelaskan banyak pemain asing yang menikah dengan perempuan Indonesia dan punya anak Indonesia. "Kenapa mereka berbeda? Mungkin ada pemain yang sudah lama tinggal di Indonesia dan mencintai negara kita. Membantu sepak bola kita dan diberikan paspor Indonesia, kenapa mereka berbeda?," tanyanya lagi.

Artinya, Irfan ingin menegaskan semua yang lahir atau besar di dalam atau di luar Indonesia, serta orang yang memiliki paspor Indonesia adalah orang Indonesia. Seperti yang seharusnya diterima pemain naturalisasi, seperti Marc Klok, Ilija Spasojevic, Beto Goncalves dan pemain lainnya.

Asosiasi Pesepakbola Profesional Indonesia (APPI) juga mengutarakan pembatasan pemain naturalisasi merupakan pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM). Setelah seseorang dinyatakan menjadi WNI, seyogyanya dia mendapatkan hak yang sama dengan WNI lainnya sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku di Indonesia. Hal ini tidak sejalan dengan Universal Declaration of Player Rights dan FIFA's Human Right Policy. (nis/nik)

DAFTAR PEMAIN NATURALISASI DI LIGA 1 2022/2023:
Editor : Damianus Bram
#irfan bachdim #persis solo #Pemain Naturalisasi #liga 1 #pembatasan pemain naturalisasi