Sebagaimana yang dilansir Marca, pemain timnas Uruguay itu dilaporkan memukul wajah gelandang Villarreal CF Alex Baena seusai pertandingan di parkiran bus Estadio Santiago Bernabeu.
Fede –sapaan akrab Federico Valverde– rupanya masih dendam dengan ucapan Baena ketika Real menang 3-2 di kendang Villarreal dalam 16 besar Copa del Rey (20/1/2023).
”Menangislah sekarang karena anakmu tidak akan lahir,” kata Baena ketika itu.
Fede, sebagaimana yang dilansir Football Espana, tampaknya tidak akan disanksi hukuman 12 laga dari otoritas La Liga. ”Ada indikasi Villarreal CF atau Baena tidak melaporkan insiden tersebut meski memiliki bukti rekaman,” tulis Football Espana.
Sementara di Prancis, dalam waktu nyaris bersamaan, insiden yang menyerang keluarga juga dialami entraineur Paris Saint-Germain (PSG) Christophe Galtier. Tepatnya ketika Galtier melawan mantan klub asuhannya, OGC Nice, pada journee ke-30 Ligue 1.
Setelah laga yang berakhir dengan kemenangan PSG 2-0 tersebut, ultras OGC membentangkan banner bernada teror kepada ibu Galtier yang saat ini sakit. Entraineur 56 tahun itu merespons dengan tepuk tangan sarkastis.
”Mengapa aku bereaksi seperti itu (bertepuk tangan, Red)? Apakah Anda melihatnya (banner)? Apakah Anda membacanya? Ibuku berusia 83 tahun dan sedang dalam masa penyembuhan kanker,” tutur Galtier kepada L’Equipe. (JPG/dam) Editor : Damianus Bram