Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Ekspektasi Terlanjur Tinggi di Musim Kedua Ten Hag, Start Manchester United Malah Macet

Damianus Bram • Jumat, 30 Juni 2023 | 20:04 WIB
Fans Manchester United menyambut pemilik baru dengan harapan baru. Tapi harapan itu harus tertunda. (AFP)
Fans Manchester United menyambut pemilik baru dengan harapan baru. Tapi harapan itu harus tertunda. (AFP)
RADARSOLO.COM – Tahun perdana Erik ten Hag menjadi pelatih di Manchester United berbuah kesuksesan. United pecah telur untuk gelar seiring memenangi Piala Liga serta lolos ke Liga Champions musim depan. Ekspektasi lebih tinggi tentu mengiringi musim depan atau tahun kedua Ten Hag.

Sayangnya, melihat pergerakan selama musim panas sampai kemarin (28/6/2023), United boleh dibilang melakukan start macet.

Proses penjualan kepemilikan klub oleh keluarga Glazer masih berbelit dan secara tidak langsung melemahkan The Red Devils –julukan United– di bursa transfer.

Sheikh Jassim bin Hamad Al Thani yang sejatinya telah sepakat membeli saham mayoritas United diklaim sudah menyiapkan GBP 170 juta (Rp 3,24 triliun) untuk merekrut pemain baru musim panas ini.

Tapi, seiring keluarga Glazer terus menunda kepastian akuisisi, Sheikh Jassim (seperti dilaporkan Daily Express) menahan bujet tersebut.

”(Sikap) keluarga Glazer dalam proses akuisisi telah menghambat semangat klub untuk berprestasi lebih baik (di musim kedua Ten Hag, Red),” kritik mantan kapten dan bek kanan United sekaligus pandit Sky Sports Gary Neville.

Neville menyebutkan, sikap keluarga Glazer itu bakal membuat masalah di United kian meluas. Salah satunya peristiwa pada Selasa (27/6) pagi waktu setempat lalu di Old Trafford.

United harus menutup megastore yang berlokasi di kandang mereka karena demo para fans. Mereka membawa banner yang berisi tuntutan supaya keluarga Glazer segera melepas kepemilikan The Red Devils.

”Kami tidak akan berhenti (protes, Red) sampai mereka (keluarga Glazer) menjual klub,” tulis kelompok fans United bernama The 1958 di Twitter. ”Mereka (keluarga Glazer, Red) harus segera angkat kaki dari sini (United). Meski aku tidak yakin mereka akan bersedia melakukannya,” sahut Neville.

Sam Masterface, jurnalis olahraga ternama Inggris, menganggap United sudah jadi korban kebingungan keluarga Glazer. Penjaga gawang David de Gea termasuk korbannya. Durasi kontraknya berakhir besok (30/6).

Tetapi, sampai sekarang proposal perpanjangan kontrak untuk kiper yang sudah memperkuat United sejak 2011 itu belum juga berakhir dengan kesepakatan.

Padahal, De Gea sudah merelakan turun gaji GBP 175 ribu (Rp 3,3 miliar) atau dari GBP 375 ribu (Rp 7,16 miliar) per pekan ke GBP 200 ribu (Rp 3,8 miliar) per pekan. Tapi, United ternyata mengajukan proposal turun gaji lagi.

Pemandu bakat kiper United Tony Coton kepada Sky Sports merasa aneh dengan langkah The Red Devils dalam menyikapi situasi De Gea. Seandainya memang kiper 32 tahun asal Spanyol itu tidak diinginkan lagi, tidak perlu lagi merancang proposal baru.

Sebaliknya, seandainya mencari kiper baru, United harus segera gerak cepat. Sebab, bidikan United seperti Andre Onana (Inter Milan) maupun Jordan Pickford (Everton) tentu hanya berpaling kepada klub yang serius dengan mereka. Bukan yang sekadar banyak rumor di media. ”Aku tak mengerti apa rencana di balik ini semua,” cetus Coton. (JPG/dam) Editor : Damianus Bram
#Erik Ten Hag #Manchester United #Penjualan Manchester United #Glazer #David De Gea