Situasi itu mungkin tidak akan mudah. Super Elja -julukan PSS Sleman- sering menjadi lawan yang menyulitkan bagi Persis. Sepanjang enam pertemuan sebelumnya, rapor Persis hampir sering minor. Kemenangan hanya dirasakan dua kali. Sementara empat pertandingan lainnya berakhir tiga kali kalah dan satunya kali imbang.
Sedangkan PSS tengah dalam kondisi tersenyum karena bisa menang 1-0 di markas Bali United pekan lalu. Persis jelas enggan jadi korban keduanya musim ini.
Tapi melihat dari situasi yang ada tentu jadi sebuah pekerjaan rumah buat Head Coach Persis Leonardo Medina juga.
Bek lincah Gavin Kwan cedera panjang. Lini pertahanan Persis juga jadi sorotan karena sering kebobolan dalam beberapa laga terakhir, termasuk serangkaian laga uji coba.
Absennya Gavin bisa dikatakan sebuah petaka. Pos kanan Persis krisis. Hanya ada Eky Taufik yang benar-benar bisa mapan main di posisi itu. C. Bhagascara yang sebelumnya main di posisi itu belum sesuai ekspektasi, karena sering telat menutup gerak lawan. Cukup wajar karena posisi aslinya adalah gelandang serang, bukan bertahan.
Di luar situasi ini, lini depan PSS lah yang harus diantisipasi. Ricky Cawor, Yevhen Bokbashvili, hingga pemain muda Hokky Caraka siap memberi ancaman untuk gawang Gianluca Pandeynuwu.
"Kami bekerja akan bekerja lebih keraslagi, karena kami memulai musim ini dengan kekalahan. Kami harus fokus pada perkembangan tim saat ini. Kami mencoba memperbaiki kelemahan yang ada. Kami siap menghadapi lawan berikutnya," tegas Medina saat pre match press conference, kemarin (6/7/2023).
Bek yang dipastikan akan jadi starter adalah Rian Miziar. Dia sejak laga uji coba tak pernah jadi pemain inti, namun di laga kontra PSS sore ini, sepertinya coach Leo sudah menyiapkan perubahan komposisi yang akan sangat berbeda ketimbang laga sebelumnya.
"Kami bisa menyerang, tapi kami kebobolan tiga gol (saat melawan Persebaya Surabaya). Saya dan teman-teman pelatih berusaha apa yang terjadi saat melawan Persebaya tidak terjadi saat menghadapi PSS," tutur Leo.
Sementara Pelatih PSS Sleman Marian Mihail mengatakan, pihaknya telah mempersiapkan tim dengan cukup baik untuk melawan Persis.
“Kami menghadapi pertandingan demi pertandingan. Kami menghormati lawan kami, siapapun itu. Mereka memiliki pelatih yang bagus. Kami tahu siapa Persis Solo di Indonesia. Ini adalah laga derby juga. Karena itu kami mempersiapkan diri dengan baik. Kami berharap untuk menunjukkan sekali lagi sikap yang baik, semangat juang. Untuk membuat senang para pendukung kami dengan hasil yang baik," tuturnya.
Setali tiga uang, kapten PSS Kim Kurniawan mengatakan hal senada. Menurutnya Persis merupakan tim bagus, tapi timnya juga sangat bagus pula. Jadi pertandingan ini akan sangat seru pastinya.
"Saya harap teman-teman penuh percaya diri. Kami tahu Persis Solo tim kuat. Musim lalu kami mengalami kekalahan besar (4-1 di putaran kedua Liga 1 2022/2023)," terangnya.
Kim berharap tren positif kemenangan lawan Bali United pekan lalu bisa berlanjut. Apalagi ini merupakan pertandingan perdana mereka di Maguwoharjo musim ini, dan dipastikan akan ditonton ribuan Brigata Curva Sud (BCS) di atas tribun.
"Saya yakin kami dapat dukungan penuh dari suporter. Itu sangat penting bagi mental pemain. Saya positif saja, kami cukup siap besok (sore ini). Saya yakin laga akan berjalan seru, tapi saya berharap tentunya keberuntungan di pihak kami," pungkasnya. (nis/nik/dam) Editor : Damianus Bram