RADARSOLO.COM - Pada 15 Juli nanti akan ada yang berbeda di tribun selatan Stadion Manahan. Dalam momen laga Persis Solo dan Borneo FC tersebut, sejumlah boneka bakal dibagikan oleh para anggota Ultras 1923. Ini ternyata sebagai bentuk tanggung jawab mereka dalam menciptakan tribun yang nyaman bagi siapapun. Tak terkecuali anak-anak.
Pendiri dan pembina Ultras 1923 Iwan Samudra menjelaskan, boneka-boneka tersebut bakal dibagikan di sepanjang rute corteo Ultras menuju venue pertandingan. Tepatnya mulai dari Kelurahan Gremet hingga masuk ke area tribun selatan Stadion Manahan.
"Ada 100 an lebih boneka yang dianggarkan oleh sekretariat Ultras. Akan ditambah puluhan boneka hasil pengumpulan dari kawan-kawan yang ada di distrik," ungkap Iwan kepada Jawa Pos Radar Solo.
Selain untuk membangun atmosfer tribun ramah keluarga, gerakan ini merupakan bentuk minta maafnya para anggota Ultras. Ini lantaran saat laga kandang perdana Persis melawan Persebaya di Stadion manahan, 1 Juli lalu, Ultras melontarkan umpatan kepada wasit pertandingan. Mereka menyadari, keluarnya kata-kata kasar bukan tindakan yang tepat, terlebih andai sampai didengar oleh anak-anak yang ikut hadir ke dalam stadion menonton pertandingan tersebut.
"Nggih (menciptakan stadion ramah keluarga), sekaligus penebusan rasa bersalah rekan-rekan Ultras atas aksi umpatan-umpatan yang kurang pantas didengar anak-anak di stadion kemarin," tambah Iwan.
Iwan berharap gerakan ini menjadi tonggak kesadaran baru bagi semua pihak. Kaitannya dengan ruang aman dan nyaman bagi keluarga di stadion.
"Memang tidak seberapa dan belum bisa mencakup semuanya, namun langkah ini merupakan langkah kecil kami untuk terus menjaga satu dengan yang lainnya. Semoga tribun stadion akan tetap riuh dengan segala euforianya. Akhir kata, jangan pernah berhenti mencintai tim kebanggaan di kota ini. Salam, jabat erat. Ultras 1923," tulis ultras di postingan Instagram-nya resmi (@ultras1923) yang dibanjiri apresiasi. (nis/nik)
Editor : Damianus Bram