Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Persis Solo Kena Sanksi Karena Hadirnya Fans Persib Bandung, Ini Tanggapan Suporter

Mannisa Elfira • Rabu, 16 Agustus 2023 | 04:05 WIB
Stiker yang diduga ditempel oleh oknum suporter Persib Bandung di Stadion Manahan (8/8). (ANTONIUS CHRISTIAN/RADAR SOLO)
Stiker yang diduga ditempel oleh oknum suporter Persib Bandung di Stadion Manahan (8/8). (ANTONIUS CHRISTIAN/RADAR SOLO)

 

RADARSOLO.COM Panitia Pelaksana (panpel) Pertandingan Persis Solo mendapat sanksi, karena dianggap gagal mengantisipasi kedatangan suporter tamu.  Tepatnya saat laga kandang Persis menjamu Persib Bandung di Stadion Manahan, 8 Agustus lalu.

Kala itu ada 300an bobotoh yang datang ke pertandingan, dan berada di tribun VIP bagian utara. Karena hal ini Persis akhirnya dijatuhi denda sebanyak Rp 25 juta.

Persis ternyata tidak diperbolehkan melakukan banding. Akhirnya manajemen memberikan hak jawab dan mempertanyakan dasar hukum dari sanksi tersebut.

"Sebagai tim peserta kompetisi yang disahkan dalam Regulasi Liga 1 2023, Persis selama ini selalu berusaha kooperatif dan mematuhi regulasi yang berlaku. Terutama terkait hukuman hadirnya penonton yang divonis sepihak oleh Komdis sebagai suporter Persib di Stadion Manahan pada Selasa (8/8/2023) lalu," tulis rilis resmi ofisial Persis yang diunggah di website resminya.

Persis mempertanyakan, mengingat kehadiran penonton yang dilabeli sebagai suporter Persib alias tamu tersebut, ternyata difasilitasi oleh pihak di luar klub. Yakni diluar  Persis ataupun Persib.

Persis melakukan investigasi, akhirnya ditemukan informasi bahwa tiket untuk tribun VIP sayap utara yang dibeli suporter Persis memiliki nomor seri 32-0001 sampai dengan 32-0270. Yang mana merupakan tiket complimentary untuk rekanan sponsor LIB.

Tiket tersebut merupakan kewajiban Persis untuk memenuhi regulasi marketing Pasal 10. Tapi sebagian di antaranya justru didistribusikan oleh rekanan sponsor LIB kepada penonton yang dianggap komdis sebagai suporter Persib.

"Seperti diketahui bahwa penjualan atau distribusi tiket complimentary dari panitia pelaksana pertandingan kepada penonton umum yang saat ini dianggap sebagai suporter PERSIB oleh rekanan sponsor LIB adalah tindakan yang tidak tercantum dalam regulasi marketing Pasal 6 tentang Hak Sponsor dan Produk Ofisial Kompetisi," tulis Persis.

Soal kriteria suporter tamu, sejatinya Persis telah berkomunikasi melalui pesan singkat kepada Marketing LIB. Pada pesan tersebut dijelaskan, suporter tamu adalah penonton yang menggunakan atribut tim away. Seperti jersey, banner, dan lain-lain. Nah, menurut Persis definisi tersebut masih rancu.

"Apalagi dalam Regulasi Liga 1 2023 tidak memasukkan nama atau organisasi suporter sebagai bagian dari tanggung jawab klub peserta. Sebagai contohnya pemain, pelatih, dan manajemen bisa dihukum oleh komite disiplin karena tertulis sebagai bagian dari klub peserta. Sedangkan komunitas suporter saat ini tidak secara jelas ditulis dalam regulasi tersebut," kata Persis.

Di sisi lain, Persis mengaku dan menyadari tidak ada sistem yang sempurna. Namun pihak Persis berusaha semaksimal mungkin mencegah kehadiran suporter tim tamu. Caranya dengan filter sistem penjualan tiket.

Dimana pembelian tiket pertandingan secara online melalui aplikasi Persis Solo, memakai filter berbasis NIK dan jarak lokasi pemesan dengan Kota Solo. Jadi penjualan tiket hanya diperuntukan bagi yang memiliki NIK di eks Karesidenan Surakarta

"Namun distribusi tiket kepada penonton umum yang dilakukan oleh rekanan sponsor LIB ini menjadi hal kontradiktif yang mencederai tuntutan LIB kepada tim tuan rumah," imbuh Persis.

Dengan ini, Persis menuntut adanya transparansi dan solusi dari Komite Disiplin beserta LIB. Apalagi saat ini iklim perdamaian dalam suporter melalui jalinan persaudaraan dan tali silaturahmi pasca Insiden Kanjuruhan semakin besar, maka komite disiplin dan LIB tidak boleh menutup mata terkait adanya gerakan ini.

"Atau setidaknya, komite disiplin dan LIB tidak menjadi bagian dari masalah yang kemudian merugikan klub tuan rumah karena perilaku yang melanggar komitmen bersama," beber Persis.

Persis berharap komdis dan LIB tidak berdiam diri. Sementara seluruh klub peserta Liga 1 selalu dibebani sanksi tiap pekan. Padahal seluruh kontestan sudah berusaha mencegah kehadiran suporter tim tamu.

Jika perlu, Persis menyarankan adanya workshop, pelatihan, atau tutorial kepada seluruh klub peserta. Guna menemukan formula paling tepat guna mengantisipasi kehadiran penonton umum yang mendukung tim tamu.

Di lain sisi soal pernyataan sikap Persis, Presiden DPP Pasoepati Agos Warsoep mengatakan, Persis mungkin tim pertama yang akhirnya tracking dan buka suara soal hal ini.

"Mungkin ini bukan kejadian pertama juga. Mungkin di tim-tim lain juga kejadian, bisa jadi," bebernya.

Soal larangan suporter tamu, Agos menganggap aturan tersebut kurang tepat juga.

"Soal aturan larangan away harusnya memang perlu dikaji ulang. Harusnya nggak ada aturan seperti itu. Akhirnya ketika ada aturan seperti itu malah justru kebocoran tiketnya malah dari mereka sendiri, LIB. Jadi sering kali kami (suporter) yang disalahkan, tapi buktinya mereka sendiri yang seperti itu," tambahnya. (nis/nik)

 

 

Editor : Niko auglandy
#persib bandung #persis solo