Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Pertarungan Sportwear Lokal Naik Kelas, Perang Desain hingga Gaet Atlet Top

Silvester Kurniawan • Senin, 4 September 2023 | 13:00 WIB
Dimas Yustisia Putra (tengah) bersama timnya di DJ Sport. Brand lokal terus berinovasi untuk tampil dalam bisnis pakaian olahraga di kancah nasional.
Dimas Yustisia Putra (tengah) bersama timnya di DJ Sport. Brand lokal terus berinovasi untuk tampil dalam bisnis pakaian olahraga di kancah nasional.

RADARSOLO.COM - Perkembangan industri pakaian olahraga atau sportwear di Indonesia makin menggembirakan. Nah, situasi ini semakin mendorong brand-brand lokal Solo untuk tampil di kancah nasional.

Salah satunya DJ Sport. Brand asli Sragen ini sudah melakukan ekspansi bisnis hingga ke kasta tertinggi sepak bola Indonesia. Produk pakaian olah raga milik Dimas Yustisia Putra ini semakin dikenal kalangan publik setelah mulai dikenakan sejumlah atlet profesional beberapa tahun lalu.

“Mulai 2011, saya itu mulai promosi di Kaskus lewat promosi online. Awalnya saya bikin jersey Kw Timnas Indonesia di Piala AFF 2010, untuk menyaingi jersey Kw dari Thailand. Saya pikir sama-sama Kw mengapa nggak bikin sendiri,” ujar dia.

Dimas mengaku mulai serius terjun produksi jersey sejak 2013 dengan mendirikan CV. Mulai inilah dia mengembangkan brand DJ Sport. Jadi bukan hanya sekadar pabrik konveksi tapi sudah jual brand.

Alhamdulillah beberapa tahun terakhir mulai bisa sponsori beberapa Klub Liga 1,” terang dia, Minggu (6/8).  

Memulai usaha dengan tiga karyawan, DJ Sport berkembang menjadi sebuah perusahaan produksi sportwear yang diakui oleh sejumlah klub-klub besar dan atlet nasional. Perusahaan sportwear yang saat ini memiliki 48 karyawan dan sejumlah outlet  di sejumlah daerah.

Pada 2016 jadi momentum DJ Sport mulai bersinggungan dengan tim-tim sepakbola profesional. Pengalaman mensponsori klub-klub liga 3 membuat dia berkesempatan bertemu sejumlah atlet profesional. Termasuk jersey buatan DJ Sport digunakan untuk berlatih skuad PS TNI di ajang Piala Jenderal Sudirman akhir 2016.

“Meski hanya dipakai untuk sesi latihan, jersey buatan saya kerap nongol di berbagai media sosial saat dikenakan sejumlah atlet dari PS TNI yang banyak dipakai untuk SEA Games,” ujar dia.

Di momen berdekatan, Dimas memiliki kesempatan untuk bersinggungan dengan Eky Taufiq (kapten Persis Solo 2021). Kebetulan salah satu karyawannya merupakan sahabat baik Eky Taufiq yang kala itu masih berseragam Persela Lamongan. Pesepakbola asli Sragen ini kemudian menginfokan bahwa di Lamongan belum ada apparel untuk klub.

“Dari foto-foto waktu dipakai PS TNI itu Mas Eky menawarkan DJ Sport ke Persela Lamongan dan akhirnya tembus,” beber Dimas.

Persela Lamongan jadi klub profesional pertama yang kerja sama dengan DJ Sport. Saat itu sponsor brand luar negeri masih belum percaya dengan sepakbola Indonesia setelah disanksi FIFA. Nah, ini memberi kesempatan kepada brand lokal untuk masuk ke tim-tim profesional.

“Dari sana DJ Sport makin dikenal hingga akhirnya bisa menjalin kerjasama dengan PSMS Medan (2017 Liga 2 dan 2018 Liga 1), Persis Solo (Liga 2 musim 2020), Persita Tengerang (Piala Menpora 2021), hingga Persik Kediri (Liga 1 musim 2022-2023).

Perjalanan DJ Sport untuk masuk ke kasta tertinggi sepakbola di Indonesia akhirnya berbuah manis. Bila sebelumnya menawarkan proposal, kini malah banyak klub-klub ingin bekerjasama.

“Nah, 2021 itu malah kami yang dimasukin proposal oleh klub-klub Liga 1. Sponsor klub itu anggarannya sama dengan 2 tahun promosi. Kami sudah ditawar tiga kali,” beber Dimas.

Lahirnya ide-ide segar hingga pola promosi sangat berpengaruh terhadap suatu brand agar dilirik konsumen. Sebab itu Amrta Apparel milik Yudistira Mansyur, sangat berhati-hati dalam pengembangan bisnis sejak 2018 itu. Industri sportwear yang semula bergerak di lini custom jersey itu kini mulai mengembangkan sayap untuk menembus klub-klub di Liga 2 Indonesia.

“Awalnya saya mengerjakan jersey tapi belum ada brand-nya. Baru di 1 Januari 2018 itu lahir brand Amrta Apparel ini. Mimpi saya itu sederhana, usaha ini bisa menghidupi banyak orang, dan alhamdulillah bertahan dan berkembang sampai saat ini,” ujar dia.

Orderan pertama datang dari Persebi Boyolali. Kemudian pada 2020 mulai melebarkan sayap untuk menjadi sponsor tim-tim di Liga 3, lalu 2022 mulai menjajaki tim-tim di Liga 2.

“Tahun ini kami mencoba menjajaki tim-tim di Liga 1. Kami juga sempat pegang Timnas Indonesia untuk Asean Para Games kemarin. Kalau dalam waktu dekat ini kami menjajaki sponsorship dengan Persis Elite Pro Academi (usia 16, 18, dan 21, Red) semoga deal tahun ini,” terang Yudistira.

Konsep bakar uang di awal juga pernah dialami. Hal ini dia terapkan saat memutuskan menggandeng klub-klub yang bermain di Liga 3. Biasanya  target penjualan jersey tidak tercapai atau tidak balik modal menjadi persoalan yang kerap ditemui.

“Penjualan itu kalau ada sisa ya alhamdulillah, tapi kalau tidak ya tidak mengapa karena itu cara branding yang tidak ada nilainya. Semuanya itu akan terbayar kalau Amrtha Apparel ini jadi salah satu brand sportwear yang diakui oleh profesional dan diakui secara nasional,” beber dia.

Amrta Apparel kini lebih kokoh meski berdiri di tengah terpaan perang harga dan promosi diantara produk-produk sejenis lainnya. Untuk tembus menjadi sponsor klub Liga 1 harus bersaing secara kualitas produk dan kapasitas produksi.

“Soal produk dan kualitas itu yang jadi pembeda. Nah, makanya harus menggandeng desainer yang mumpuni. Setelah itu baru promosi,” beber Yudistira. (ves/bun)

Sportwear Produksi Lokal Dipakai Tim-Tim Liga Indonesia

DJ SPORT SRAGEN

⁃ Jersey Persita Tangerang di Piala Menpora 2021

⁃ Jersey Persik Kediri di Liga 1 musim 2022/2023

⁃ Jersey Persis Solo di Liga 2 musim 2020

⁃ Jersey Tira Persikabo di Liga 1 musim 2020

OLIVER SOLO

⁃ Jersey Putra Surakarta FC di Liga 3 musim 2022 hingga sekarang

⁃ Jersey Timnas Timor Leste AFF Futsal Championship 2022 Thailand

BAJURI SPORT SOLO

⁃ Jersey 1 Abad PPSM Magelang

PVR SOLO

⁃ Jersey Persis Solo di musim 2015

⁃ Jersey Timnas Balap Sepeda Indonesia

XTREEM RADIANCE UMS

⁃ Jersey Persis Solo di musim 2019

JUNIOR SPORT SUKOHARJO

⁃ Jersey Nganjuk Ladang FC di Liga 3 musim 2022

⁃ Jersey Persiwi Wonogiri di Liga 3 musim 2022

GOLD SPORTWEAR SOLO

⁃ Jersey UNSA FC di Liga 3 musim 2022

Editor : Damianus Bram
#sportwear #dj sport #pakaian olahraga #brand lokal #Amrtha Apparel