Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

Mimpikan Merek Lokal Muncul di Kompetisi Dunia

Silvester Kurniawan • Senin, 4 September 2023 | 15:00 WIB
Presiden Asosiasi Pakaian dan Perlengkapan Olahraga Indonesia Dimas Yustisia Putra (tengah).
Presiden Asosiasi Pakaian dan Perlengkapan Olahraga Indonesia Dimas Yustisia Putra (tengah).

RADARSOLO.COM - Tidak sedikit pakaian olahraga merek dunia yang diproduksi di Indonesia dan menjadi produk andalan brand-brand asing. Salah satunya karena unggul dalam hal kenyamanan dan kualitas. Sayangnya, saat ini baru sebatas industri konveksinya saja. Sementara untuk brand-brand asli Indonesia belum banyak yang go internasional.

Presiden Asosiasi Pakaian dan Perlengkapan Olahraga Indonesia Dimas Yustisia Putra mendorong pengusaha apparel dan sportwear lokal agar bisa menembus pasar nasional. Tidak boleh menutup mata untuk ekspansi ke level yang lebih tinggi.

Alasan ini bukan sekadar mimpi di siang bolong mengingat banyak sportwear dengan label made in Indonesia mejadi produk terbaik dari beragam merek dunia yang sangat familier di kalangan masyarakat.

“Indonesia itu sebetulnya punya kualitas produk pakaian olahraga nomor satu dan sudah diakui secara internasional. Beberapa jersey dari Nike dan Adidas itu buatan Indonesia,” ujar dia.

Dimas mencontohkan, Jersey Chelsea FC di Final Champion 2021 adalah buatan Indonesia. Sangat sayang baru produknya saja yang go international.

“Saya pikir mengapa hanya diperas tenaganya saja, mengapa tidak ada brand yang go international. Jadi jangan hanya produknya saja yang sampai keluar negeri, tapi juga ada brand yang bisa dikenal secara internasional,” ujar dia.

Dari keresahan itu terbentuklah asosiasi yang menyatukan 140 pelaku usaha yang sudah memiliki brand sendiri dan 160 pelaku usaha yang masih berbentuk komunitas (non brand) konveksi setara UMKM. Asosiasi ini dibentuk untuk menyamakan langkah dan mendongkrak industry sportwear di Indonesia.

Syukur-syukur suatu saat nanti ada yang bisa tembus pasar internasional sebagai merek dagang asli Indonesia yang diakui dunia. Asosiasi yang terbentuk sejak 4 tahun lalu itu berupaya untuk menjaga kondisifitas usaha. Agar perang dagang dan promosi antar sesama pelaku usaha itu tidak saling menciderai.

Sportwear di Indoensia itu harus berubah dari konveksi ke korporasi. Bagaimanapun caranya industri sportwear ini harus bagus karena potensinya sudah ada, tinggal bagaimana memajukan sektor industri ini,” ujar dia.

Tantangannya adalah kekurangan orang profesional seperti desainer atau manajer kelas nasional. Ini yang harus diatasi agar brand sportwear Indonesia bisa mendunia. Industri ini perlu tangan-tangan profesional dan investor agar lebih terlihat di permukaan.

Upaya ini akan lebih maksimal jika ada campur tangan pemerintah dalam pameran dan sejenisnya. Misalnya bisa digandeng dalam pameran-pameran UMKM khusus produk pakaian dan perlengkapan olahraga agar bisa go international. Seperti batik Indonesia yang telah mendunia.

“Kita paham kala batik itu adalah produk garmen yang paling unggul di Indonesia, tapi jangan lupa produk sportwear Indonesia juga sudah diakui dunia. Mengapa tidak dipamerkan di luar negeri,” ujar dia.

Tantangan ke depan adalah mengubah mindset pelaku industri agar tidak berhenti di ranah konveksi saja. Tapi mereka harus sampai ke korporasi jika ingin naik kelas. Lewat asosiasi ini bisa untuk menyamakan langkah agar tidak berjalan sendiri-sendiri. Bila perang harga terus berjalan seperti ini justru industri ini akan mati. (ves/bun)

Editor : Damianus Bram
#sportwear #made in Indonesia #brand lokal #apparel