RADARSOLO.COM – Motivasi Timnas Indonesia U-23 membidik kemenangan saat kualifikasi Piala Asia U-23 melawan China Taipei di Stadion Manahan Solo, Sabtu malam (9/9).
Motivasi besar itu ditunjukkan dengan permainan ciamik sepanjang laga. Khusus di 45 menit pertama, Timnas Indonesia sukses membuat lini pertahanan China Taipei ketar ketir.
Bahkan saat laga baru berjalan 2 menit, Garuda Muda sudah sukses unggul lebih dulu. Tendangan bebas Marselino Ferdinand tak bisa dihalau oleh kiper lawan. Indonesia sementara unggul 1-0.
Bermain di depan ribuan pendukungnya, animo anak-anak Bumi Pertiwi semakin terpacu. Ramadhan Sananta menambah derita anak-anak Chinese Taipei.
Tepat di menit ke-6, Indonesia sukses menggandakan keunggulannya. Kali ini Sananta mencetak gol kedua buat Indonesia.
Sukses lepas dari kawalan bek lawan yang tak mampu menjaganya dengan baik, bomber Persis Solo tersebut tanpa ampun menggetarkan gawang Taipei yang dijaga oleh Chang Hsiang-Chun.
Tanpa ampun, pada menit ke-20 giliran Rafael William Struick yang mencatatkan namanya di papan skor. Pemain ADO Den Haag di Liga Belanda tersebut membawa Indonesia unggul 3-0.
Pada menit ke-27' Sananta hampir mencetak brace di menit tersebut. Sayang dapat umpan manis Witan, tendangannya ke pojok gawang lawan tipis berada di luar mulut gawang Chang Hsiang-Chun.
Tapi dua menit kemudian, tepatnya di menit ke-29, gol keempat Indonesia akhirnya benar-benar tercipta. Namun kali ini pencetak gol keempat Indonesia adalah Witan Sulaiman. Tendangan gelandang Persija Jakarta tersebut tanpa ampun gagal dijangkau oleh kiper Chinese Taipei.
Menit ke-38, Sananta kembali membuat ancaman. Sayang sundulannya masih membentur tiang tak menjauh dari mulut gawang China Taipei.
Ivan Jenner kini gantian pasang aksi. Dia memberikan assist manis ke Rio Fahmi di menit ke-40.
Bek Kanan Persija Jakarta melakukan tendangan keras dari luar kotak penalti yang tanpa ampun menggetarkan gawang China Taipei kelima kalinya.
Ini membuat kedudukan berubah jadi 5-0. Skor ini bertahan hingga babak pertama berakhir. (nis/nik)
Editor : Niko auglandy