RADARSOLO.COM – Deeplying playmaker Alexis Messidoro selalu meninggalkan cerita, ketika dipercaya sebagai jenderal lapangan tengah Persis Solo. Termasuk saat duel kontra Persita Tangerang di Indomilk Arena, kemarin sore (22/10). Tapi kali ini justru petaka yang disajikan gelandang energik berpaspor Argentina tersebut, hingga berujung kekalahan 1-2 (1-2) Persis atas Persita.
Messidoro sejatinya mencetak brace plus satu assist, hanya dalam 25 menit di laga kemarin. Sialnya, brace tersebut dicetaknya ke gawang sendiri. Tepatnya di menit ke-3 dan 25’.
Petaka hadir di menit ke-3, saat bintang Pendekar Cisadane (julukan Persita Tangerang) Ramiro Fergonzi mengirimkan umpan silang mendatar. Messi yang masuk ke kotak 16 pas, berupaya menghalau. Alih-alih menjauh, bola justru bergulir ke gawang M. Riyandi yang salah langkah.
Messidoro menebus kesalahan tersebut 10 menit berselang. Melihat Eky Taufik berlari menyisir sisi kanan, Messidoro mengirim umpan terobosan ke mulut gawang lawan. Dengan sontekan keras kaki kanan, Eky menjebol gawang Persita yang dikawal Adhitya Harlan.
Sayang Dewi Fortuna belum berpihak ke bond kebanggaan wong Solo. Tuan rumah kembali unggul menit ke-25, dan lagi-lagi gol dicetak via bunuh diri Messidoro. Bola umpan lambung Ambrizal Umanailo dari sisi kiri pertahanan Persis mengenai dada Messidoro. Sialnya, bola lagi-lagi mengarah ke gawang saat M. Riyandi mati langkah.
“Messidoro pemain terbaik. Dia selalu latihan 100 persen. Selalu main 100 persen. Tapi hari ini (kemarin) seperti bad day,” ungkap pelatih Persis Solo Leonardo Medina usai laga.
Centerback Persis Solo Rian Miziar ikut buka suara. Dia menyebut performa timnya di pekan ke-16 ini belepotan. “Kami harus bertanggung jawab penuh atas kekalahan ini. Ada sesuatu secara fundamental yang tidak bisa kami kendalikan,” ujar Rian.
Rian menyebut mentalitas timnya terganggu dalam duel kontra Persita. Dia juga menuding keputusan pengadil lapangan yang berat sebelah.
“Kemudian cara Persita menghabiskan waktu. Padahal coach Leo selalu mengajarkan, ketika mengulur waktu jangan tidur-tiduran. Dia pasti marah. Kalau mau menghabiskan waktu, ayo main bola,” ketusnya.
Rian menegaskan, trik yang dilakoni penggawa Persita sangat culas. Dia juga menyayangkan, saat timnya harus dikawal kendaraan taktis di laga tersebut.
“Itu sangat memalukan buat saya sebagai pemain. Ini buruk sekali. Harusnya tidak ada lagi tim naik Barracuda. Ayo majukan sepak bola Indonesia,” bebernya.
Hasil tersebut membuat Laskar Sambernyawa tertahan di posisi ke-13 klasemen sementara Liga 1. Begitu pula dengan Persita, kemenangan ini tak meggoyahkan posisi mereka di peringkat ke-15. (nis/fer)
Editor : Damianus Bram