RADARSOLO.COM - Hari ini, Rabu, 8 November 2023, Persis Solo genap berusia 100 tahun. Di usia yang cukup matang, tim berjuluk Laskar Sambernyawa tersebut terus berbenah menuju tata kelola klub profesional. Di bawah kendali putra bungsu Presiden Joko Widodo (Jokowi), Kaesang Pangarep.
Publik bola nasional dihebohkan kabar Persis Solo yang diakuisisi Kaesang Pangarep pada 20 Maret 2021 lalu. Tak sendirian, Kaesang berusaha mengembalikan kejayaan Laksar Sambernyawa bersama Kevin Nugroho dan Erick Thohir. Nama terakhir saat ini sudah keluar dari manajemen, karena didapuk sebagai Ketua Umum (Ketum) PSSI.
Ketiga sosok yang cukup berpengaruh itu resmi mengakuisisi saham mayoritas PT Persis Solo Saestu (PSS), yang sebelumnya dipegang politisi sekaligus pengusaha Sigid Haryo Wibisono. Di tangan mereka, bond kebanggan wong Solo menjelma menjadi kekuatan menakutkan di kompetisi Liga 2.
Sederet nama pemain naturalisasi didatangkan. Sebut saja Fabiano Beltrame, Alberto “Beto” Goncalves, Abdelkbir Khairallah, Irfan Bachdim, hingga Yu Hyun-koo. Tak ketinggalan bintang lokal sekaliber Ferdinand Sinaga, Eky Taufik, Heri Susanto, M. Abduh Lestaluhu, Sandi Sute, dan Wahyu Tri Nugroho.
Skuad mewah ini dibesut pelatih asal Kota Semarang Eko Purdjianto, termasuk Jacksen F. Tiago yang ditunjuk jelang kompetisi bubar. Hadirnya skuad “mewah” ini membuat Kota Solo full senyum. Setelah di akhir musim berhasil membawa pulang trofi juara Liga 2. Sekaligus promosi ke kasta tertinggi Liga 1 semusim berselang.
Berhasil menyelesaikan misi di tahun pertama, manajemen Persis terus berbenah di musim keduanya. Diawali dengan merancang tim kepelatihan berkualitas. Termasuk membentuk tim e-sport, Persis Youth Academy, serta Persis Women.
Upaya mengejar prestasi dengan membangun fondasi ini, juga diimbangi dengan membangun ladang bisnis. Salah satunya menghadirkan Persis Store dan Cafe yang lokasinya tak jauh dari Stadion Manahan Solo. Selain menjual jersey dan merchandise, juga mewadahi penggila bola yang ingin nonton bareng (nobar) pertandingan Persis di kandang lawan.
“Persis sudah satu abad. Tapi kami baru tahun kedua berada di kasta tertinggi, setelah sekian lama berkutat di Liga 2. Tentu kami banyak belajar dari pengalaman setahun lalu. Kami berusaha memperbaiki beberapa hal di tahun kedua,” ungkap Media Officer Persis Solo Bryan Barcelona kepada Jawa Pos Radar Solo, kemarin (7/11).
Berkaca dua tahun pengelolaan Persis di bawah kendali Kaesang, Bryan menyebut atensi manajemen tetap sama. Apalagi kalau bukan membawa Persis tetap pada identitasnya sebagai klub yang berdiri dari sejarah kemanusiaan.
“Kami sedang mencanangkan fondasi menjadi lebih profesional di berbagai lini. (Mulai dari) tata kelola manajerial, model bisnis, dan proyeksi akademi. Itu fokus kami saat ini,” imbuh Bryan.
Baca Juga: Akan Lawan Persis Solo di Momen Istimewa, PSS Sleman Ternyata Tengah Pusing Tujuh Keliling
Manajemen sadar, salah satu parameter keberhasilan sebuah klub adalah prestasi dan trofi. Tapi seluruh elemen pendukung Persis memahami, untuk menuju ke sana butuh proses. Tidak bisa instan.
“Kami memilih menciptakan fondasi yang kukuh, serta tata kelola yang sustainable (berkelanjutan). Sehingga akhirnya prestasi akan datang sendiri, ketika kedua elemen itu sudah mencapai titik paripurna,” bebernya.
Sementara itu, barisan pendukung setia Persis memahami kerja keras manajemen. “Sekarang kami bersyukur. Perubahan (Persis) ke arah profesional sudah terlihat. Persis juga sudah di Liga 1. Seperti mimpi yang jadi kenyataan,” ujar Presiden DPP Pasoepati Agoes Warsoep.
Tak ketinggalan, koordinator Garis Keras Sambernyawa Didik Purnomo mengklaim kinerja Kaesang dkk luar biasa. Perubahan paling mencolok, yakni dari sisi manajerial.
“Dulu tidak banyak orang tau tentang Persis Solo. Tapi sekarang sudah tumbuh rasa cinta memiliki Persis dari masyarakat Solo Raya,” paparnya.
Di sisi lain, sesepuh Ultras 1923 Iwan Samudra berharap momentum The Glorious Century ini Persis berada di jalur yang tepat.
“Bagi kami tidak juara tidak masalah. Tapi ini bicara proses. Terpenting klub benar-benar bermanfaat dan berguna demi perkembangan sepak bola di Solo Raya,” ujarnya. (nis/fer)
Editor : Damianus Bram