Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

1 Abad Persis Solo, Askot PSSI Solo: Lonjakan Progres ke Arah Positif

Damianus Bram • Rabu, 8 November 2023 | 17:04 WIB
Askot PSSI Solo Rio Arya Surendra
Askot PSSI Solo Rio Arya Surendra

Oleh: Ketua Asosiasi Kota (Askot) PSSI Solo Rio Arya Surendra

SEJARAH panjang dilalui Persis Solo, sejak berdiri 1923 hingga 2023 ini. Sederet prestasi hingga perubahan tata kelola mengiringi perjalanan bond kebanggan wong Solo tersebut. Termasuk dalam dua tahun terakhir, semenjak diakuisisi Kaesang Pangarep dkk.

Perkembangan yang dialami Persis dari berbagai aspek ini layak diacungi jempol. Mulai dari aspek tata kelola klub hingga industri sepak bola. Paling utama adalah keberhasilan naik ke Liga 1.

Maklum, sudah lama sekali masyarakat Kota Bengawan dan sekitarnya menunggu momentum promosi itu. Setelah 14 tahun lamanya klub berlambang Monumen Kebangkitan Nasional ini berkutat di kompetisi kasta kedua.

Secara daily running, Persis Solo dinilai terus berproses dan berprogres. Di dalam progres, pasti ada tantangan yang perlu dihadapi. Salah satu tantangan ke depan adalah konsistensi. Sejauh mana Laskar Sambernyawa memberikan ruang berkembang bagi para pemain muda terbaik. Khususnya pemain lokal Solo Raya.

Dengan catatan, para pemain lokal ini wajib memenuhi standar, kualitas, dan mentalitas yang dibutuhkan Laskar Sambernyawa. Karena sekarang levelnya sudah di Liga 1. Kasta tertinggi sepak bola di Indonesia.

Nah, manifestasi visi pembinaan yang dilakoni Persis Solo itu diwadahi dalam wujud Persis Youth Academy. Penggawa Persis Youth yang ada saat ini, sebagian diambil dari hasil seleksi. Di mana seleksi ini melibatkan sekolah sepak bola (SSB) lokal. Termasuk menggelar turnamen kelompok umur.

Berkaca turnamen yang diinisiasi Persis Academy belum lama ini, itu adalah embrio bagi kompetisi internal Persis ke depannya. Kompetisi yang diikuti 26 klub anggota Persis Solo, yang konon juga memiliki saham minoritas klub. Di mana kompetisi internal dan Persis Youth muaranya sama, pembinaan pemain muda.

Melalui pembinaan pemain yang berkelanjutan, nantinya akan berujung “tsunami prestasi”. Sebagaimana pernah dikoarkan fans Manchester United, di awal Erik ten Hag jadi nakhoda pada 2022 lalu.

Apapun prestasi yang dicapai Persis di Liga 1, yang bersamaan dengan momentum satu abad ini, kiprah manajemen layak diapresiasi. Pantas diberi acungan jempol. Karena terbukti telah mengembalikan trah Laskar Sambernyawa. Termasuk menginisiasi pembinaan lewat program Persis Youth dan Persis Women.

Sebelum harapan setinggi langit diucapkan, pendukung setia Persis Solo layak bangga. Harus berterima kasih sebesar-besarnya kepada seluruh elemen. Baik itu pemain, jajaran pelatih, hingga manajemen yang mendukung Persis dari usia 1923-2023.

Harapannya Persis ke depan semakin jaya dan juara. Semakin berkembang, semakin sakjose, dan menjadi kebanggaan publik bola Solo Raya dan Indonesia. (Disarikan dari wawancara wartawan Jawa Pos Radar Solo Mannisa Elfira)

Editor : Damianus Bram
#pssi #persis solo #Askot #100 tahun Persis Solo #Persis Solo 1 Abad