RADARKLATEN.COM – Asprov PSSI Jateng mengumumkan hasil sidang komite disiplin (komdis)-nya untuk kompetisi Liga 3 Jateng, 8-12 Desember.
Winger PSIK Klaten Andrid Wibawa kena hukuman skorsing dua pertandingan dan denda Rp 5 juta. Dia dianggap melakukan pemukulan terhadap pemain PSIW Wonosobo Arif Kurniawan yang terjadi pada menit ke-92’
Di kubu PSIW juga mendapatkan sanksi. Dimana pelatih kiper PSIW Dona Adetya Oktavianus melakukan penyerangan terhadap perangkat pertandingan, yakni menendang wasit.
Selain itu, Andri Arianto pemain PSIW menendang pemain lawan saat kondisi terjatuh.
Akibat kejadian ini, Dona disanksi larangan beraktivitas sepakbola di bawah naungan PSSI selama satu bulan, sedangkan Andri Arianto disanksi skorsing dua pertandingan tak boleh main dan denda Rp 10 juta.
Tak hanya PSIK dan PSIW, Sragen United juga kena sanksi dari komdis PSSI. Tim Sragen United didenda Rp 5 juta, karena ulah suporter.
Suporter dari Sragen United dianggap melakukan tingkah laku buruk dengan melakukan pelemparan air mineral kemasan ke lapangan pertandingan, khususnya yang dilakukan penonton di tribun barat sebelah utara.
Ulah suporter juga membuat kubu Persiku Kudus merugi. Tim ini kena hukuman sanksi denda Rp 10 juta. Suporter Persiku melakukan penyalaan kembang api atau petasan di penginapan tim tamu pada pukul 2 dini hari.
Tingkah laku buruk juga dilakukan penonton dengan melakukan pelemparan air mineral dalam kemasan ke bench tim PSIP Pemalang.
Di lain sisi banyaknya kontroversi wasit Liga 3 Jateng 2023 akhir-akhir ini membuat Asprov PSSI Jateng langsung bergerak.
Tak tanggung-tanggung, demi meningkatkan kualitas sepak bola di Indonesia, PSSI Jateng mengevaluasi dengan mengistirahatkan seluruh perangkat wasit yang pada pertandingan yang dinilai sangat buruk.
Ketua Komite Wasit Asprov PSSI Jateng Alil Rinenggo, mengatakan PSSI Jateng menjatuhkan sanksi hukuman dengan mengistirahatkan para wasit dan asistennya pada tiga pertandingan yakni perangkat wasit Persip Pekalongan versus Sragen United, Persibangga versus PSIW, serta PSIP versus Persip diistirahatkan atau dibina hingga akhir kompetisi.
“PSSI Jateng terus berkomitmen untuk membenahi wasit, serta menjaga marwah kompetisi di Jawa Tengah,” kata Alil Rinenggo.
Hal senada juga disampaikan Ketua Asprov PSSI Jateng, Yoyok Sukawi. Menurutnya, Liga 3 Jateng harus berjalan adil, fairplay, dan sportif.
“Semua pihak tegas terhadap kecurangan, kecerobohan, dan hal-hal yang mencederai fairplay. Liga 3 di Jateng harus berjalan dengan baik dan yang penting fairplay selalu kita kedepankan. Semoga evaluasi ini bisa membuat perangkat pertandingan yang bertugas ke depan lebih berhati-hati dan melaksanakan tugas di lapangan sesuai law of the game yang ada,” tandas Yoyok Sukawi. (nik)
Editor : Damianus Bram