RADARSOLO.COM— Pecinta bola Kota Bengawan tentu sudah tak asing lagi sosok bernama Imam Rochmawan. Di masa jayanya, Imam tercatat pernah gabung skuad Timnas U-23 yang terjun di ajang Asian Games 2006 di Doha, Qatar. Sayang kala itu Indonesia kalah bersaing dengan Irak, Syria, dan Singapura di grup B.
Di tingkat klub, nanya cukup akrab dengan Persis Solo. Dia jadi bagian dari Laskar Sambernyawa dalam dua era. Era pertama adalah di Divisi 1 2006, dan Divisi Utama 2008-2012.
“Saat di kompetisi, Persis berhasil menjadi juara kedua (runner up Divisi 1 2006 kalah di final lawan Persebaya Surabaya), sekaligus promosi ke Divisi Utama (kasta tertinggi di musim 2007)," beber Imam kepada Jawa Pos Radar Solo, Rabu (17/4/2024).
Namun semusim kemudian dia tidak satu tim dengan Greg Nwokolo di Persis Solo, melainkan memutuskan pindah ke klub tetangga, PSS Sleman. Setahun kemudian Imam kembali dipanggil untuk bergabung dengan Persis Solo.
“Setelah itu 2013 saya pindah ke Persiba Bantul, dan itu klub terakhir saya, karena setelah itu saya pilih pensiun," sambungnya.
Setelah gantung sepatu, Imam awalnya memutuskan untuk fokus berdagang. Namun setelah dua-tiga tahunan menggeluti sektor bisnis produk olahraga, Imam menyadari bahwa dunianya di lapangan sepak bola tak bisa dihilangkan. Akhirnya dia beralih ke dunia kepelatihan.
"Dulu saya awalnya ambil kepelatihan di Solo. Setelah itu C-nya di Semarang. Sementara B saya ambil di Solo. Sekarang ini lisensi saya B," tambahnya.
Sudah banyak sekolah sepak bola yang dilatihnya, sebut saja seperti SSB POP Solo, SSB Halilintar Sragen, SSB Pandanaran. Imam juga pernah melatih di akademi PSIS Semarang Youth (2 tahun) dan Persis Solo Youth (1 tahun).
"Saat ini saya membantu SSB-SSB di Solo Raya. Kalau arahnya ke depan, pastinya saya ingin di suatu klub. Tapi saya menikmati prosesnya saja. Dimanapun tempatnya asal masih berkaitan dengan sepakbola, tidak masalah bagi saya. Suatu saat pasti ada jalannya," tuturnya.
Terjun di dunia pembinaan atau youth, Imam banyak belajar.
"Ibaratnya ada keinginan untuk membantu, mengembangkan talenta-talenta muda supaya sesuai dengan kriteria yang dibutuhkan saat ini. Karena sepak bola itu terus berkembang. Jadi harus terus mengikuti itu," jelasnya.
Sementara itu, sebagai mantan pemain Persis Solo, Imam kadang kala masih menyaksikan pertandingan klub tersebut. Baik di televisi ataupun di stadion. "Saya juga sering lihat di stadion," tambahnya.
Ditanya soal perkembangan Persis, Imam mengaku sudah ada perubahan yang bagus dan besar di semua aspek. Baik di manajerial atau di tim itu sendiri.
"Perkembangannya luar biasa. Eranya juga sudah berkembang, pastinya apa-apanya akan lebih baik. Persis yang ini luar biasa, ada championship series, masih ada peluang ke empat besar itu. Semoga bisa masuk ke empat besar itu, bisa juara," imbuh Imam. (nis/nik)
Editor : Niko auglandy