RADARSOLO.COM - Publik pecinta bola Kota Bengawan mungkin tak asing dengan nama satu ini. Dia adalah Dani Suryadi, seorang mantan asisten pelatih Persis Solo era 2020, yang kini ternyata bergabung bersama klub Italia, Como 1907.
Saat dihubungi Jawa Pos Radar Solo, Dani mengaku kabarnya baik. Saat ini, pria kelahiran Bandung, 9 November 1990 tersebut tengah bervakansi. Fokus liburan bersama sang ibu beserta keluarganya.
Untuk kesehariannya, Dani ditugaskan di tim Primavera (U-19) Como 1907. Setiap harinya hampir banyak hal baru yang dipelajari. Terutama dalam konteks psikologi atau pendekatan terhadap pemain muda.
"Karena jelas approaching terhadap pemain senior dan kelompok umur itu berbeda," bebernya kepada Jawa Pos Radar Solo.
Baca Juga: Jelang Turnamen Toulon 2024, Como 1907 Sediakan Fasilitas untuk Latihan Timnas Indonesia U-20
Meski hanya berada di Primavera, Dani turut berbahagia dengan pencapaian Como 1907. Yang mana musim ini klub milik pengusaha dari Indonesia tersebut mendapatkan tiket promosi ke Serie A Liga Italia.
Seperti diketahui, Como 1907 berada di posisi 2 klasemen dengan catatan 73 poin. Como 1907 akan berlaga di kompetisi tahta tertinggi musim depan bersama klub Parma.
"Sekalipun kami hanya di Primavera, namun menjadi bagian dari tim yang akan bermain di kasta tertinggi sepak bola Italia menjadi kebahagian tersendiri. Ini akan menjadi tempat belajar yang menyenangkan kedepannya, yang kemudian semuanya akan bermuara untuk perkembangan di Indonesia," paparnya.
Ada sejumlah hal yang tak sabar untuk dibagikan ke anak-anak Indonesia. Seperti penerapan profesionalitas sejak dini, lalu cara berpikir hingga bersikap terkait apa yang sedang mereka tekuni.
"Karena untuk berada di level tertinggi, setiap pemain harus sadar betul apa yang harus dilakukan dan dijauhi sejak dini, karena setiap keputusan yang diambil ada harganya," tambahnya.
Memang ada perbedaan mencolok antara sepak bola Indonesia dan Italia. Bagi Dani pribadi jelas sistem kompetisi kelompok umur. "Yang mana semua berjalan dengan jelas dan transparan, jadwal tertata dengan baik, progres yang terasa pengaruhnya hingga ke level nasional," tambahnya.
Soal kans pemain Indonesia berkarir di Italia, Dani mengatakan peluang untuk siapapun jelas ada. "Tetapi semakin tinggi levelnya, semakin tinggi pula level kompetisi dan standar yang diinginkan pelatih," sambungnya. (nis/nik)
Editor : Niko auglandy