RADARSOLO.COM - Musim lalu, PSS Sleman finis di posisi ke-13. Salah satu bahan evaluasi tim ini adalah lini pertahanan. Mengingat jumlah kebobolan PSS lebih banyak dari cetak golnya.
Ya, di mana dari 24 pertandingan, gawang PSS Sleman kebobolan 53 kali, sementara pemain PSS hanya bisa mencetak 49 kali ke gawang lawan.
Di lain sisi, PSS Sleman cukup serius menatap Liga 1 musim ini, langkah pertamanya adalah mendatangkan bek tangguh. Eks kapten timnas Fachruddin Aryanto resmi bergabung. Dia akhirnya kembali ke rumah.
Fachrudin meniti karir sepak bola profesional di PSS Sleman pada 2008 hingga 2012. Setelah itu dia berkelana, gabung Persepam Madura United (2013), Sriwijaya FC (2014-2017), Persija Jakarta (2019), dan Madura United (2017-2019, 2019-2024).
Dua belas tahun setelah meninggalkan PSS, Fachruddin kembali pulang ke Bumi Sembada.
Bek asal Klaten tersebut mengaku senang kembali gabung ke PSS.
“Kembali ke PSS Sleman seperti pulang ke rumah yang sudah lama saya tinggalkan. Harapan kembalinya saya di PSS bisa membawa kembali tim kebanggaan masyarakat Sleman berada di klasemen yang lebih baik,” ungkapnya dalam rilis resmi klub.
Tak bisa dipungkiri, PSS menjalani musim yang berat musim lalu. Bahkan tim ini hampir terdegradasi. Di musim baru, Fachrudin optimistis, dia dan rekan-rekannya bisa memberi yang lebih positif di lapangan nantinya.
“Alasan saya kembali ke sini adalah untuk menunaikan janji kepada diri sendiri saat pertama meninggalkan klub ini, suatu saat saya ingin kembali lagi di PSS. Alhamdulillah ada tawaran bermain di PSS, tanpa berpikir panjang saya memenuhi janji saya kembali lagi di PSS,” tuturnya.
Fachrudin mengakui dari PSS Sleman juga, dia mendapat panggilan di timnya. Saat itu PSS di latih oleh Widyantoro, Fachruddin mengakui saat itu dia mengalami perkembangan pesat dari permainannya.
Perjalanan panjangnya di sepak bola profesional telah membawanya bermain untuk beberapa klub sepak bola. Hal tersebut tidak membuatnya kehilangan sikap rendah hatinya untuk beradaptasi serta mempelajari tantangannya di lingkungan PSS Sleman.
“Tantangan di PSS itu pasti ada karena saya menjadi orang baru lagi di sini. Saya harus bisa beradaptasi dengan lingkungan dan teman-teman baru di tim. Kemudian beradaptasi dengan apa yang diminta dari pelatih,” ucapnya.
Pemain yang lekat dengan posisi kapten di klub maupun Timnas Indonesia menyatakan tekanan di PSS Sleman pasti ada. Menurutnya tekanan dari PSS Fans adalah jalur bagi PSS Sleman ke papan atas.
“Tekanan itu pasti ada karena PSS memiliki suporter dengan gairah serta antusiasme tinggi dalam mendukung PSS. Insya Allah, bersama tim baru bisa mencapai apa yang ditarget manajemen dan PSS Fans. Mudah-mudahan Allah SWT memberikan kemudahan,” terangnya.
“Mengenai target pribadi saya di PSS Sleman, tentunya membawa ke jalur juara. Syukur-syukur bila Allah SWT mengijabahi diberikan juara. Aamiin,” pungkasnya. (nik)
Editor : Niko auglandy