RADARSOLO.COM – Event budaya Merti Desa Bibis Kulon, Gilingan akan ditutup dengan Pagelaran Wayang Kulit. Acara ini akan dihelat pada Kamis (11/7).
Agenda ini menjadi kegiatan yang menarik, baik dari segi budaya maupun dari suasana perpolitikan hari-hari ini.
Pasalnya, merti desa sebelumnya mengajak bacawali Diah Warih Anjari terlibat dalam kepanitiaan. Penyelenggaraan acara juga kabarnya mengundang KGPAA Mangkunegara X atau Gusti Bhre. Keduanya sama-sama digadang-gadang bakal maju dalam Pilkada Solo.
Sekretaris Panitia Merti Desa Bibis Kulon, Heru Suryono membenarkan soal wacana hadirnya dua tokoh tersebut.
Menurutnya kegiatan tersebut merupakan event budaya yang terbuka untuk semua pihak, oleh sebab itu dia juga mempersilakan jika ada masyarakat lain yang hendak datang untuk menyaksikan rangkaian kegiatan. Acara digelar dari pagi hingga malam hari.
“Dari panitia dan masyarakat mengundang Gusti Bhre untuk hadir, kami sadar betul hal ini tentu tidak akan lepas dari sorotan politik karena sedang masa pilkada. Lebih-lebih karena juga ada Mbak Diwa (sapaan akrab Diah Warih Anjari) yang memang terlibat langsung di sini. Tapi tidak apa-apa, ini kegiatan budaya dan sifatnya umum,” terangnya saat jumpa pers Kamis (10/7) sore.
Selain mengundang dua sosok kandidat yang digadang bakal meramaikan kontestasi Pilkada Solo pada 27 November mendatang, panitia juga mengundang sejumlah pihak lainnya. Termasuk Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka, yang tak lain adalah wakil presiden terpilih dalam Pilpres 2024 lalu.
“Ini event yang sudah diperingati secara turun-temurun oleh warga setempat dan digelar rutin setiap tahunnya. Untuk pagelaran wayang kulitnya kami bekerja sama dengan PEPADI Surakarta, lakonnya Wahyu Manunggal Talining Rasa,” beber Heru Suryono.
Di waktu bersamaan, Diah Warih Anjari mengaku tidak mempermasalahkan hal tersebut. Bahkan secara spesifik dia juga mempersilakan Gusti Bhre yang merupakan pemegang tampuk kekuasaan Pura Mangkunegaran untuk hadir dalam kegiatan itu.
“Kalau saya sendiri tidak masalah. Ini kan event budaya, jadi siapa saja juga boleh datang dan terlibat. Kalau saya sendiri lebih fokus untuk mendukung acara ini agar bisa lebih baik dan bisa naik kelas. Yakni semoga kedepannya jadi event nasional atau bahkan internasional. Karena potensinya yang memang besar jika bisa dikemas dengan lebih serius,” terangnya. (ves/nik)
Editor : Niko auglandy