Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

Pasoepati Prihatin Dua Suporter Kena Bacok Setelah Laga Persis Solo vs Persija Jakarta: Ini Kronologis Kejadiannya

Antonius Christian • Senin, 5 Agustus 2024 | 15:00 WIB

ilustrasi tawuran/JAWAPOS.COM
ilustrasi tawuran/JAWAPOS.COM


RADARSOLO.COM — Dua elemen suporter Persis Solo diduga menjadi korban kekerasan menggunakan sajam, Sabtu (3/8) malam kemarin. Akibatnya kedua korban harus dilarikan ke rumah sakit karena menderita sejumlah luka.

Dari informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Solo, hal ini berawal saat korban pertama yang diketahui berinisial MAS, 15, warga Kelurahan Tipes, Kecamatan Serengan dan EF, 19, warga Colomadu, Karanganyar dan sejumlah suporter lainnya mengawal bus pemain Persis Solo kembali ke mes pemain di kawasan belakang kampus UNS.

Tepatnya usai mendukung Persis  Solo melawan Persija Jakarta di zstadion Manahan, dalam laga perebutan juara 3 di ajang Piala Presiden.

Ketika sampai di simpang empat APIL Panggung, keduanya diikuti oleh 3 orang tak dikenal berboncengan yang menggunakan sepeda motor matik Nmax warna hitam. Ketiganya juga menggunakan jaket berwarna serba hitam. Pada saat sampai depan RSUD Dr Moewardi, tiba-tiba korban EF dipepet hingga jatuh karena menabrak terotor.

Tak sampai disitu tiga orang ini juga diduga membacok korban menggunakan sajam berupa celurit pendek. Sejumlah teman korban dan warga sempat mengejar terduga pelaku, namun berhasil lolos. Pada saat sampai di Pedaringan, ternyata korban MAS yang terjatuh juga dibacok.

Akibat kejadian ini, korban MAS mengalami luka pada bagian dagu karena terjatuh dari motor dan luka sabet di kaki sebelah kiri. Sedangkan untuk korban EF mengalami luka sabet di paha sebelah kiri.

Dalam perkembangannya EF dan MAS hanya menjalani rawat jalan setelah ditangani tim medis pasca kejadian.

Kapolsek Jebres AKP Murtiyoko membenarkan bahwa ada kejadian tersebut. Pasca kejadian, kedua korban dilarikan ke UGD RSUD Dr Moewardi.

"Kemarin setelah dijahit lukanya sudah diperbolehkan pulang oleh pihak rumah sakit. Kemarin malam orang tuanya berencana akan membuat laporan ke polsek hari ini (4/8), namun kami tunggu belum ada pihak keluarga korban yang membuat laporan resmi juga ke kami," urai Murtiyoko.

Murtiyoko mengakui awalnya korban mengira pelaku sesama suporter, jadi tak curiga.

“Kami belum memastikan apakah benar ada pembacokan, namun dari luka kedua korban diduga ada hal seperti tersebut. Untuk sajam yang digunakan belum termonitor," ujarnya.

Apakah bus Persis Solo mendapat pengawalan dari pihak kepolisian pasca bertanding di Stadion Manahan? kapolsek kurang mengetahui hal tersebut.
Kasus kekerasan yang dialami dua suporter Persis Solo disayangkan Presiden DPP Pasoepati Agoes Warsoep.

Ini kali pertama ada penyerangan terhadap pendukung Persis Solo yang sedang mengawal klub kebanggaan mereka sendiri.

Agoes menuturkan, meski dua orang korban tak tergabung dalam organisasi resmi pendungkung Persis Solo, namun dia tetap menyayangkan akan adanya kejadian ini.

"Kalau dari informasi yang saya dapat, mereka independen. Jadi tidak tergabung dengan elemen manapun. Yang jelas kalau Pasoepati bukan, karena tidak ada anggota kami atas nama yang bersangkutan. Sudah saya konfirmasi," jelas Agoes.

Untuk penyebab pasti di lapangan, Agoes kurang mengetahui secara pasti. Namun dari informasi yang didapatkan, bahwa sempat terjadi cekcok antara korban dan para pelaku.

"Karena sama-sama ngebut, terus tantang-tantangan. Akhirnya ada kejadian itu. Infonya pelaku sempat mengeluarkan sajam," ujarnya.

"Pelakunya bukan juga dari suporter, karena ketemunya di jalan. Jadi tidak ikut mengawal dari awal," imbuh Agoes.

Pasca kejadian tersebut, Agoes sebenarnya ingin menjenguk kedua korban untuk mengetahui secara persis kronologisnya.

"Terus teman yang di rumah sakit bilang kalau korban sudah boleh pulang, akhirnya saya tidak jadi datang," ungkapnya.

Dia berharap kedepannya hal seperti ini tak terjadi lagi.

“Kedepan saya berharap semuanya kalau misal di jalan untuk saling menjaga. Jangan terpancing emosi kalau ada yang memprovokasi. Kemudian untuk pelaku mudah-mudahan bisa segera diusut. Untuk mengetahui motif sebenarnya apa. Karena motif sebenarnya apa kami juga belum tahu, baru keterangan dari korban," ujarnya.

Agoes mengatakan untuk suporter yang mengawal bus yang mengangkut kesebelasan Persis Solo ini hanya euforia semata. Hal tersebut rutin dilakukan di setiap Persis bertanding.

"Biasanya teman-teman juga tertib. Belum pernah ada kejadian seperti ini. Ini yang pertama kali. Ya, ini ndilalah ada kejadian seperti ini," keluh Agoes. (atn/nik)

Editor : Niko auglandy
#persija jakarta #Piala Presiden #persis solo #suporter #pasoepati