RADARSOLO.COM – Performa Laskar Sambernyawa -sebutan Persis Solo- kian merosot setelah dipecundangi Malut United 0-3 di Stadion Gelora Kie Raha, Ternate, Kamis (21/11). Salah satu sorotannya dalam kekalahan ini adalah transisi menyerang dan bertahan yang tak seimbang diterapkan Rian Miziar dkk di laga ini.
Hal tersebut dibeberkan oleh pelatih Persis Solo Muhammad Hanafing usai laga. Menurut pria kelahiran Makassar tersebut, permasalahan ini harus segera ditangani oleh pelatih baru Persis Solo.
Hanya saja, hingga berita ini ditulis belum ada pengumuman resmi dari manajemen soal siapa dan kapan akan diumumkannya. Namun kabarnya sebelum laga Liga 1 selanjutnya kontra Barito Putera di Stadion Manahan, 3 Desember mendatang, Persis sudah mengumumkan ke publik pelatih barunya.
"Mungkin kalau ada pelatih yang baru (yang akan mengevaluasi juga, Red), mengingat saya hanya sementara saja, mengisi kekosongan tim. Kalau ada, berarti ini yang akan kami kasih masukan. Ini yang harus mulai dibenahi. Mau mumpung masih ada waktu di putaran kedua," beber Hanafing.
Seperti yang diketahui usai memutus kontrak Milomir Seslija, Persis menunjuk secara bergantian Yogi Nugraha hingga Hanafing sebagai pelatih sementara (karteker).
Keberadaan pelatih baru tentu diharapkan bisa meningkatkan performa tim. Seperti yang kita ketahui bond kebanggaan wong Solo ini masih terjerembab di zona merah. Duduk sebagai penghuni ke-16 atau peringkat ketiga terbawah Liga 1, setelah mencatatkan dua kemenangan, satu hasil seri, plus delapan kali menelan pahitnya kekalahan.
"Menurut saya, kualitas tim Persis Solo ini bagus. Tidak kalah dalam segi permainan, tapi kami lengah di tengah," tutur pelatih berusia 61 tahun tersebut.
Dua bek asing cedera, yakni Lima dan Kunde tentu membawa petaka buat tim. Lini belakang makin keropos. Seperti yang terjadi kontra Malut United, di babak kedua Persis kebobolan tiga kali.
Hanafing tak bisa menutupi kekecewaannya, mengingat di babak pertama skor masih 0-0, dan eks pelatih PSIM Jogja dan PSIS Semarang tersebut cukup optimistis Persis bisa pulang dengan oleh-oleh 1 poin dari Ternate.
"Namun terjadi perubahan di babak kedua, ini salah satu titik kelemahan kita. Transisi attack ke defense. Malut segera transisi," jelasnya.
Dari sisi permainan, hanafing mengakui kualitas pemain Persis seimbang dengan eks runner-up Liga 2 tersebut.
"Bukan persoalan teknik, soalnya saya melihatnya imbang. Cuma Malut bisa memanfaatkan peluang, semua gol dari transisi. Inilah sepak bola, siapapun yang memanfaatkan peluang itulah pemenangnya," tuturnya. (nis/nik)
Editor : Niko auglandy