RADARSOLO.COM - Pertandingan Liga 2 antara FC Bekasi City melawan PSPS Pekanbaru pada 15 November 2024 meninggalkan catatan pahit. Duel sengit yang berlangsung dalam lanjutan kompetisi Pegadaian Liga 2 2024/2025 tersebut diwarnai aksi kasar dan protes berlebihan yang berbuntut pada sejumlah sanksi dari Komite Disiplin (Komdis) PSSI.
Hasil sidang Komdis yang digelar pada 21 November dan diumumkan pada 26 November 2024 menetapkan berbagai hukuman untuk pemain dan ofisial yang terlibat dalam insiden ini.
Salah satu insiden serius terjadi saat seorang pemain FC Bekasi City dinilai melakukan pelanggaran berat dengan bertindak kasar dan menggunakan tubuhnya secara berlebihan sehingga membahayakan pemain lawan.
Atas tindakannya ini, pemain tersebut mendapat hukuman tambahan berupa larangan bermain sebanyak empat pertandingan dan denda sebesar Rp5 juta. Tindakan tegas ini diambil untuk menegakkan disiplin dan melindungi keselamatan pemain di lapangan.
Tak hanya itu, dua ofisial dari tim PSPS Pekanbaru, yaitu Sdr. Edward Riansyah dan Sdr. Haris Hami Meagalky, juga dikenai sanksi akibat aksi mereka memasuki area lapangan pertandingan dan melakukan protes berlebihan kepada perangkat pertandingan.
Kedua ofisial tersebut masing-masing menerima teguran keras dari Komdis PSSI. Tindakan mereka dinilai tidak sesuai dengan semangat sportivitas yang harus dijunjung tinggi dalam kompetisi.
Pertandingan itu sendiri berlangsung keras sejak awal, dengan kedua tim berjuang habis-habisan untuk meraih kemenangan. Namun, tensi tinggi di lapangan berubah menjadi konflik yang mencoreng jalannya pertandingan.
Insiden-insiden seperti ini menunjukkan perlunya penegakan aturan yang lebih ketat untuk menjaga integritas dan sportivitas Liga 2, sekaligus memastikan keamanan semua pihak yang terlibat.
Keputusan Komdis PSSI ini menjadi pengingat bagi semua pihak, baik pemain, ofisial, maupun tim, untuk menjaga sikap profesional dan menjunjung tinggi nilai-nilai fair play.
Kompetisi yang sehat dan bersih hanya bisa tercipta jika semua pihak berkomitmen untuk bermain dengan disiplin dan menghormati aturan yang ada. Dengan sanksi yang dijatuhkan ini, diharapkan insiden serupa tidak lagi terjadi di masa mendatang. (nik)
Editor : Niko auglandy