RADARSOLO.COM - Di Klaten ada sebuah klub sepak bola bernama Sedulur Gayeng.Tim ini lahir dari semangat kebersamaan dan kecintaan pada olahraga sepak bola.
Berdiri pada November 2019, sebelum pandemi Covid-19 melanda. Klub ini berawal dari kumpulan orang-orang yang ingin menciptakan kegiatan positif di tengah masyarakat.
Penanggung jawab tim Sedulur Gayeng Andika "Kaka" mengungkapkan, klub ini awalnya dibentuk dengan konsep sederhana, yaitu melalui liga kecil bernama Liga Kopyoan.
"Dulu kami bikin kumpulan dari berbagai elemen masyarakat dan desa. Semua iuran Rp 25 ribu per orang, dan hadiahnya ayam hidup," cerita Andika kepada Jawa Pos Radar Solo dengan penuh antusias.
Liga ini melibatkan empat tim dari berbagai daerah yang saling bertanding, hingga akhirnya muncul ide untuk membentuk tim tetap yang diberi nama Sedulur Gayeng.
Pada awalnya, Sedulur Gayeng hanya berfokus pada fun football, yaitu pertandingan persahabatan yang digelar secara santai.
"Dulu awalnya fun football, tapi sekarang kami ikut turnamen. Tahun ini saja, kami berhasil juara dua kali, termasuk di kategori U-40 dan tim muda. Bahkan, kami juga pernah menjadi runner-up tahun ini," ujar Andika.
Kini, Sedulur Gayeng memiliki basis home di Samben, Gunting, Wonosari, Klaten. Klub ini telah berkembang menjadi klub yang memiliki struktur pembinaan.
Klub ini bahkan sudah mendirikan sekolah sepak bola (SSB) dan akademi bagi anak-anak muda yang ingin menekuni olahraga ini secara serius. Sebagain besar warga di sekitar Gunting.
Sedulur Gayeng kini sudah memiliki tiga kelompok usia, yaitu tim muda, tim umum, dan tim U-40.
Semua kategori usia ini bergerak bersama untuk mendukung visi klub, yaitu membangun kebersamaan dan menciptakan generasi pemain sepak bola yang berbakat.
"SSB kami ada di sekitar Gunting, Wonosari, Klaten. Kalau pemain Sedulur Gayeng ada dari berbagai daerah di Solo Raya. Tidak ada batasan, siapa saja boleh bergabung," jelas Andika.
Meski aktivitas sedikit berkurang saat musim hujan, klub ini tetap memiliki rencana besar untuk terus mengembangkan diri.
Sedulur Gayeng tidak hanya ingin menjadi klub yang sukses di turnamen, tetapi juga ingin melahirkan pemain-pemain berbakat yang bisa berkiprah di Liga Indonesia.
"Kami ingin pembinaan dan fun football berjalan bersamaan. Setiap tahun, kami pasti ikut turnamen kelompok usia muda. Harapannya, SSB bisa terus berjalan dan melahirkan pemain yang nantinya bisa bermain di Liga Indonesia," kata Andika.
Melalui semangat kebersamaan yang mereka bawa sejak awal berdiri, Sedulur Gayeng berkomitmen untuk terus berkembang, baik dalam mencetak prestasi maupun membina pemain muda. Dengan jaringan yang luas di Solo Raya, klub ini berharap dapat menjadi inspirasi bagi komunitas sepak bola lainnya. (nik)
Editor : Niko auglandy