RADARSOLO.COM - Jelang pertandingan antara PSS Sleman menjamu Persebaya Surabaya di Stadion Manahan solo, Sabtu (11/1) sore, pihak keamanan menegaskan para Bonek dilarang untuk masuk ke atena stadion.
Hal ini ditegaskan Kapolresta Surakarta, Kombes Pol Iwan Saktiadi Kamis (9/1). P Iwan mengajak para suporter untuk mematuhi peraturan yang telah ditetapkan oleh PSSI mengenai larangan suporter tim tamu hadir di stadion.
Berkaca pada regulasi, ini dua elemen suporter PSS Sleman yakni Brigata Curva Sud (BCS) dan Slemania diperbolehkan hadir, mengingat tim kebanggannya berstatus sebagai tuan rumah.
Sementara khusus untuk suporter Persebaya Surabaya, yakni Bonek Mania tentu tak diperbolehkan hadir. Mengingat sesuai regulasi suporter tamu dilarang datang.
"Jadi kami berharap, saudara-saudara sedulur suporter Persebaya untuk besok Sabtu tidak hadir ke Stadion Manahan. Sekali lagi kami mengajak untuk mematuhi peraturan yang masih berlaku dari PSSI yang menetapkan tidak ada suporter tim tamu yang hadir," tegas Iwan.
Kapolresta juga menekankan pentingnya kerja sama yang baik antara suporter, pihak keamanan, dan penyelenggara pertandingan. Ini demi bisa memastikan kelancaran acara.
"Mendukung tim kesayangan tetap bisa dilakukan tanpa harus hadir di stadion, apalagi dengan perkembangan teknologi yang memungkinkan suporter untuk menyaksikan pertandingan melalui siaran langsung atau platform digital lainnya," ujarnya.
"Kami ingatkan kembali bahwa aturan ini diberlakukan demi menjaga ketertiban dan keamanan, serta untuk menghindari potensi kerusuhan atau bentrokan yang mungkin terjadi antar suporter yang berbeda," imbuh Iwan.
Oleh karena itu, kapolresta juga berharap seluruh suporter Persebaya yang berada di Solo maupun di luar kota dapat menghormati keputusan tersebut dan mendukung pertandingan dengan cara yang lebih bijak.
"Kerja sama yang baik menjadi kunci untuk persepak bolaan Indonesia yang lebih baik. Kami ingin sepak bola Indonesia tetap aman dan damai. Saya yakin seluruh suporter Persebaya bisa mendukung timnya dengan cara yang lebih positif," tegas Iwan. (atn/nik)
Editor : Niko auglandy