Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

PSS Sleman vs Semen Padang Tidak Bisa Main di Manahan, BCS dan Slemania Tak Boleh Datang di Venue Baru Ini

Mannisa Elfira • Selasa, 21 Januari 2025 | 00:18 WIB
BERJIBAKU: Laga PSS Sleman melawan Persib Bandung di Stadion Manahan, 9 Desember.
BERJIBAKU: Laga PSS Sleman melawan Persib Bandung di Stadion Manahan, 9 Desember.

RADARSOLO.COM PSS Sleman terpaksa mencari alternatif kandang untuk pertandingan pekan ke-20 Liga 1, 26 Januari mendatang.

Di mana di hari tersebut, pemilik home base yang asli, yakni Persis Solo akan menjalani sarat gengsi melawan Persija Jakarta. Di hari yang sama PSS Sleman juga akan jalani laga kandang Semen Padang.

Sebagai pengingat, PSS Sleman merupakan tim musafir yang meminjam Stadion Manahan sebagai markas sementara mereka. Hal ini disebabkan karena kandang utamanya, Stadion Maguwoharjo sedang direnovasi sejak akhir tahun 2023 lalu.

Karena Stadion Manahan dan Stadion Maguwoharjo tak bisa digunakan di game selanjutnya nanti, manajemen Super Elja akhirnya mencari opsi untuk venue alternatifnya.

Akhirnya ditunjuklah Stadion Sultan Agung, Bantul, untuk jadi lokasi pertandingan melawan Semen Padang nanti.

"Kami belum bisa menggunakan Maguwoharjo pada match home besok lawan Semen Padang. Manahan juga terbentur dengan jadwal Persis Solo yang tidak bisa merubah jam ataupun hari dikarenakan live Indosiar, maka kami terpaksa menggunakan SSA (Stadion Sultan Agung) pada 26 Januari," ujar Yuyud kepada Jawa Pos Radar Solo, Senin (20/1).

"Hanya untuk 26 Januari saja (laga home di SSA). Nanti selanjutnya masih di Manahan," tambahnya.

Yuyud menambahkan, suporter dilarang datang pada laga PSS Sleman versus Semen Padang.

Larangan ini untuk memenuhi syarat dari Stadion Sultan Agung yang tidak diperbolehkan menggunakan penonton.

situasi ini mebuat PSS akan berlaga tanpa kehadiran Brigata Curva Sud (BCS) dan Slemania di laga ini.

"Kita menghargai keputusan Pemkab Bantul pertandingan tanpa penonton," lanjut Yuyud.

Atas keputusan ini, Yuyud meminta maaf kepada seluruh pecinta Super Elang Jawa. Yuyud mendorong semua suporter mengikuti arahan tanpa penonton ini dan menghargai keputusan Pemerintah Kabupaten Bantul.

"Mohon maaf sebesarnya kepada Sleman fans, berharap kita mengikuti arahan dan menghargai keputusan Pemkab Bantul yang sudah mau memberikan izin menggunakan tempat untuk PSS Sleman dalam lanjutan Liga 1 di Bantul," tutur Yuyud.

Sebelum memutuskan untuk sementara pindah ke Stadion Sultan Agung, Yuyud mengaku sudah mencari banyak opsi lapangan lain. Namun ternyata banyak yang tidak bisa digunakan pada 26 Januari.

"Banyak yang tidak bisa (karena) digunakan Liga 4. Kami menghimbau untuk Sleman fans tidak datang ke stadion dengan alasan apapun. Dan kami mohon maaf belum bisa menggelar pertandingan dengan penonton dikarenakan keadaan sesuai izin stadion yang keluar, mari sama-sama menghargai keputusan tersebut," jelasnya. (nis/nik)

Editor : Niko auglandy
#persis solo #semen padang #liga 1 #pss sleman