RADARSOLO.COM - Perilaku tidak terpuji kembali mencoreng nama baik suporter Persebaya Surabaya. Insiden penyalaan flare saat laga Persebaya vs Persib Bandung di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT) pada 1 Maret 2025 berujung pada sanksi berat.
Fajar Bahari, pemuda 19 tahun asal Surabaya, yang tertangkap tangan menyalakan flare di tribun, akhirnya harus menerima konsekuensi atas perbuatannya. Persebaya dikenai denda Rp 50 juta akibat insiden ini.
Selasa sore (11/3/2025), Fajar mendatangi Kantor Persebaya Surabaya. Berdasarkan unggahan di akun resmi Instagram @officialpersebaya, Fajar datang bersama beberapa perwakilan suporter Green Nord, termasuk Cak Conk dan Cak Bojes.
Meski bukan anggota Green Nord, Fajar mendapat pendampingan karena insiden flare terjadi di tribun 3-4, yang merupakan sektor yang ditempati kelompok suporter tersebut.
Dalam pertemuan itu, Fajar mengakui kesalahannya dan meminta maaf secara langsung kepada manajemen Persebaya.
Dia juga menyatakan kesiapannya untuk menjalani larangan menonton di stadion sebagai bentuk tanggung jawab atas tindakannya.
"Manajemen Persebaya menerima permintaan maaf Fajar. Kami berharap tidak ada lagi penyalaan flare maupun tindakan terlarang lainnya yang berujung pada denda dan ketidaknyamanan bagi suporter lainnya," tulis pernyataan resmi Persebaya di akun Instagram-nya.
Sebagai tindak lanjut, manajemen Persebaya men-takedown unggahan yang memuat identitas Fajar dari akun resmi klub. Ke depan, Persebaya menegaskan tidak akan lagi mempublikasikan identitas individu yang melakukan pelanggaran di tribun. Namun, manajemen akan menerapkan kebijakan baru yang lebih tegas:
"SIAPA PUN YANG MELAKUKAN PELANGGARAN DI TRIBUN GBT HARUS MEMBAYAR DENDA!!!"
Aturan ini berlaku bagi penyulut flare, pelempar benda ke lapangan, hingga pelanggar lainnya.
Untuk mendukung kebijakan ini, Persebaya telah berkoordinasi dengan Polrestabes Surabaya dan mendapat dukungan penuh. Pengawasan di stadion akan diperketat dengan puluhan kamera CCTV, serta kehadiran fotografer dan videografer yang akan memastikan setiap pelaku pelanggaran teridentifikasi dan dihukum.
"Tujuan kami jelas, memastikan tribun GBT tetap aman dan nyaman untuk semua suporter. Cukup sudah tragedi yang bermula dari pelanggaran kecil, tapi berujung fatal," tegas manajemen.
Meskipun langkah tegas ini mendapat dukungan, beberapa elemen suporter menyampaikan kritik terhadap kebijakan manajemen yang sempat mempublikasikan identitas Fajar. Green Nord melalui akun @greennord.27 menegaskan bahwa tindakan doxing tidak dapat dibenarkan dalam situasi apa pun.
"Tegas itu perlu, tapi harus bijak. Kami menyayangkan sikap official Persebaya yang memposting data suporter yang menyalakan flare di pertandingan Persebaya vs Persib," tulis pernyataan resmi Green Nord.
Kebijakan ini kini menjadi perbincangan hangat di kalangan Bonek Mania. Apakah langkah Persebaya sudah tepat dalam menegakkan disiplin di tribun, atau masih perlu pendekatan yang lebih bijak. (nik)
Editor : Niko auglandy